ArtikelOpiniSM Town

“Teman yang Dirindukan”

Oleh: Gilang Catur Yudishtira

Ramadhan, datanglah, engkau yang kurindu, yang kutunggu

~•~

Hari ini terasa cukup dingin,  sisa hujan semalam masih mempertahankan lembabnya udara. Akan tetapi,  syukurnya banjir yang semalam memasuki kediaman rumah Salim sudah mulai surut.

Setelah selesai bertadarus sehabis subuh tadi,  Salim memainkan telepon genggamnya. Ia memainkan permainan di telepon pintarnya itu. Hal ini untuk mengisi waktu senggangnya di akhir pekan perkuliahannya.

Saat Salim sedang bermain,  datanglah Salma dengan sebuah kotak kardus yang cukup besar.  Isinya sepertinya tidak terlalu berat,  namun untuk membawanya terlihat sedikit susah.

“Biar aku bantu kak, ” Seru Salim yang langsung berdiri dan menggantikan Salma membawa kotak itu.

” Makasih ya Lim,  taruh aja disitu! ” Ucap Salma sambil menunjuk ke arah meja di ruang keluarga.

Setelah Salim meletakkan kotak itu,  Salma segera membukanya. Terlihat berbagai jenis kertas,  pita dan kain di sana.

” Buat apaan ini kak? ” Tanya Salim bingung.

” Kamu lupa Lim?  Kan bentar lagi bulan puasa,  kakak mau persiapkan untuk dekorasi mobil untuk pawai ta’ruf, ” Jelas Salma.

“Wah iya ya kak, kok Salim bisa lupa ya,  hehe, ” Ucap Salim sambil menggaruk kepalanya.

“Waduh, bagus kamu tolong ambilkan kakak gunting di dapur, kakak udah terlanjur duduk nih” perintah Salma.

Salim pun segera menuruti perintah kakaknya itu.  Ia pergi ke dapur dan mengambilkan gunting untuk Salma.

“ Wah nggak terasa ya kak,  udah mau Ramadhan aja ” ucap Salim setelah memberikan gunting ke Salma.

“ Iya Lim, kita akan kedatangan teman yang dirindukan” ucap Salma.

“ Oh iya benar kak” Ucap Salim dan kemudian pergi meninggalkan Salma.

~•~

Malam harinya, sehabis sholat isya Salim bertemu Salma di ruang keluarga. Salma sedang sendirian duduk di kursi sambil menonton televisi.

“ Lim,  sini deh duduk kita ngobrol-ngobrol. “ ucap Salma mengajak Salim.

“ Nggak deh kak,  mau ngerjain sesuatu.  “ jawab Salim sambil tersenyum.

“ Tadarus?  Ngerjain PR? Belajar?  “ tanya Salma.

“ Nggak sih, Salim ke kamar dulu ya kak,  “ ucap Salim.

“ Yaudah, nggak apa kok, “ jawab Salma.

Salim pun pergi ke kamarnya.  Salma melanjutkan menonton televisi,  dia menonton acara berita yang bisa menambah wawasannya.  Saat sedang menonton televisi,  Umi memanggil mereka untuk makan malam.  Salma pun diperintahkan untuk memanggil Salim di kamarnya.

“Salim,  kakak masuk ya” ucap Salma setelah mengetuk pintu kamar Salim.

“Masuk aja kak, “ Jawab Salim dari dalam kamar.

Di dalam kamar Salma melihat Salim sedang menulisi kalender.  Salma pun bingung dan menanyainya.

“ Lagi ngapain kamu Lim? “ ucap Salma dengan wajah bingung.

“ Hehe,  nggak ngapain-ngapain kok kak, “ jawab Salim sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“ Ini ngapain kalender dicoret-coret?” tanya Salma sambil tersenyum.

“ Jadi kan kakak bilang,  kita bakalan kedatangan teman yang dirindukan,  aku jadi teringat nanti pas puasa,  teman-teman aku yang kuliahnya merantau nanti balik kesini,  jadinya aku udah mikir untuk menyusun jadwal bukber biar nggak bentrok kak, “ jelas Salim kepada kakaknya.

Salma tertawa melihat kelakuan adiknya itu.  Walaupun sudah semester 2 di perkuliahan masih saja kelakuannya kekanak-kanakan.  Salim pun kesal ditertawai kakaknya itu.

“ Emangnya aku salah ya? “ ucap Salim kesal.

“ Gini Lim,  maksud kakak kemarin teman yang dirindukan itu adalah Bulan Ramadhan. Bulan ini adalah bulan yang di dalamnya terdapat manfaat sangat banyak sehingga semua muslim pasti merindukan Ramadhan,  “ jelas Salma.

“ Hmm.. aku salah kira, oh iya jadi contoh manfaatnya apa aja kak? “ Tanya Salim. 

“ Di bulan ini banyak banget kebaikan yang nilainya dilipatgandakan loh, pintu ampunan juga dibuka dan seperti yang kamu bilang tadi kita bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan orang yang udah lama nggak kita temui, “ jelas Salma.

“ Jadi yang tadi aku bilang benar juga dong, ntar kita bisa bukber bareng teman-teman, “ ucap Salim.

“Asal jangan lupa tarawih aja ya Lim, biasanya banyak dari kita saat sibuk bareng teman tarawihnya ditinggal deh, “ balas Salma.

“ Nggak bakalan dong kak, ntar abis bukber kita kan tarawihnya bareng” jawab Salim sambil tersenyum.

“ Sip deh, ayo kita ke bawah, udah di tunggu Umi untuk makan malam.”

~•~

Ramadhan, terkadang justru tidak dilirik esensinya, hanya dijadikan sarana untuk bersenang ria. Bukannya tidak boleh untuk bersenang-senang di kala ini, tapi jangan lupa tujuan hidup ini, ya hanya untuk beribadah pada-NYA

~•~

Biodata Penulis

Nama               : Gilang Catur Yudishtira

Alamat            : Jalan Sei Raya Dalam Komplek Puri Akcaya 1 No. A9

                          Kota Pontianak, Kalimantan Barat

Email               : gilangcaturyudistira@gmail.com

No HP             : 085248263105

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.