InternasionalPalestina

“Kebudayaan Palestina”

Oleh: Nidaul Izzah (Fungsionaris Departemen Salam Palestine and International Center)

Di tengah gempuran bom dan berbagai serangan lainnya, terdapat suatu keindahan yang tertutupi dari negeri bernama Palestina. Layaknya bangsa lain di dunia, Palestina juga memiliki berbagai kebudayaan yang diturunkan secara turun temurun. Kebudayaan yang ada merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang hadir dalam masyarakat Palestina. Thobe merupakan pakaian adat wanita Palestina, Dabke merupakan tarian tradisonal Palestina. Selain kebudayaan, masyarakat Palestina juga memiliki semangat nasionalisme yang tercermin melalui lagu kebangsaan Fida’i. Hal-hal mengenai Thobe, Dabke, dan Fida’i akan dipaparkan dalam pargraf berikut.

Thobe merupakan pakaian tradisional wanita palestina. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan satu baju dengan motif sulaman khusus. Bahkan beberapa gaun Thobe dapat terjual dengan harga ribuan dolar. Dahulu, pembuatan gaun Thobe dilakukan oleh para petani wanita di kala senggang. Sejarah Thobe dimulai pada awal abad ke-19, ketika kerajinan sulam hanya dilakukan di desa-desa. Thobe memiliki desain yang berbeda-beda, tergantung ciri khas desa yang membuat Thobe tersebut. Jahitan tiga dimensi khusus untuk kelas atas di Betlehem, saku-saku baju yang besar untuk perempuan suku pengembara Bedouin, dan motif dahan oranye untuk Kota Jaff. Pola-pola Thobe juga mengekspresikan posisi sosial perempuan yang berbeda-beda: merah untuk pengantin, biru untuk para janda, biru dengan jahitan berwarna-warni untuk para janda yang sedang berpikir untuk menikah lagi. Desain-desain thobe merefleksikan banyak peristiwa dalam sejarah Palestina. Misalnya, pada masa gerakan intifada Palestina yang pertama pada 1980an, Thobe dihiasi dengan sulaman senjata api, merpati, dan bunga-bunga. Ketika tentara-tentara Israel menyita bendera Palestina dalam berbagai unjuk rasa, para perempuan menenun motif peta dan warna negara pada baju-baju mereka,

Dabke merupakan tarian yang menggambarkan situasi Palestina di bawah pendudukan Israel. Alih-alih kesedihah, warga palestina berusaha menampilkan semangat dan optimisme melalui tarian dabke. Dabke melambangkan simbol solidaritas, sukacita, ketabahan, kekuatan, dan tekad rakyat palestina. Para penari melakukan gerakan melompat, menghentak, mengayun, dan mengetukkan kaki dengan irama teratur. Gerakan pada tarian Dabke dapat berupa gerakan melingkar maupun linear, sesuai dengan ketukan irama. Tarian ini diiringi dengan instrumen tradisional palestina. Dabke adalah ciri khas tradisi

desa di Palestina terkait dengan siklus alami pertumbuhan dan kesuburan, oleh karena itu biasanya dabke dilakukan saat pada acara sosial seperti pernikahan ataupun pesta. Dabke merupakan cara masyarakat palestina menunjukkan rasa bangga ataupun terima kasih satu sama lain maupun kepada tanah air. Oleh karena itu, Dabke tidak hanya dilakukan saat pernikahan maupun pesta, tetapi juga saat perayaan kelahiran bayi, perayaan syukur atas rumah yang baru dibangun, atau selama panen. Masyarakat yang berpartisipasi dalam Dabke menganggap bahwa Dabke merupakan ajang pemersatu masyarakat, bukan hanya sekedar untuk kesenangan pribadi, olahraga, ataupun tampilan publik yang biasa. Lebih dari itu, Dabke merupakan simbol kekelurgaan yang muncul diantara mereka.

Dabke dilakukan oleh Sembilan orang, yang terdiri dari lima laki-laki dan empat perempuan. Para penari laki-laki mengggunakan kostum yang berwarna cokelat tanah, sementara penari perempuan menggunakan gaun putih panjang, yang berbahan satin dan memiliki border etnik. Dabke biasanya dilakukan pada acara sosial, seperti pernikahan maupun pesta. Dabke juga dapat dilakukan sebagai bentuk protes, contohnya saat “Great March of Return” di Gaza. Dabke di palestina diperkirakan berasal dari Kanaan kuno atau Phoenicia.

Fida’i merupakan lagu kebangsaan rakyat palestina. Lagu ini digubah oleh seorang maestro berkebangsaan mesir, Ali Ismael, sementara lirik lagu ditulis oleh Said al-Muzayin, atau yang dikenal sebagai “The Rebel Boy”. Fida’i disebut juga sebagai “lagu kebangsaan intifada” atau “lagu kebangsaan revolusi palestina”. Lagu ini disahkan oleh Organisasi Pembebasan Palestina pada tahun 1972, sebelum deklarasi kemerdekaan palestina pada tahun 1988. Lirik lagu Fida’i menggambarkan tentang pengorbanan untuk negara, untuk memperoleh kemerdekaan. Kata “Fida’i” muncul beberapa kali dalam lirik lagu. Fidai sendiri merupakan kata yang berasal dari Bahasa Arab, yang berarti pria yang bersedia mengorbankan hidupnya. Fida’i redemption atau berarti penebusan. Bila kita cermati lirik lagu ini sangat membangkitkan rasa nasionalisme. Lirik terebut sangat membakar semangat rakyat palestina.

Dapat disimpulkan bahwa meskipun Palestina sangat identik dengan konflik yang tak berkesudahan, hal ini tidak menyurutkan semangat masayarakat palestina untuk menjaga kebudayaan mereka. Kebudayaan yang dimaksud mencakup pakaian adat wanita yaitu Thobe dan tarian adat yang bernama Dabke. Masyarakat Palestina juga menjaga rasa nasionalisme melalui lagu kebangsaan Fida’i.

Disusun oleh:
Departemen Salam Palestine and International Center Salam UI 22

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Referensi:

http://www.nationalanthems.info/ps.htm diakses pada tanggal 28-10-2019 pukul 21.00 WIB

Sasongko, Agung. 2017. Dabke, Nyanyian Perjuangan Palestina. .https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/17/09/26/owvfwy313-dabke-nyanyian-perjuangan-palestina diakses pada tanggal 28-10-2019 pukul 21.05 WIB

Shomali, Majdi. Land, Heritage and Identity of the Palestinian People. https://pij.org/articles/804/land-heritage-and-identity-of-the-palestinian-people diakses pada tanggal 28-10-2019 pukul 21.10 WIB

https://palsolidarity.org/2019/09/telling-old-stories-in-a-new-way-palestinian-dabke  diakses pada tanggal 28-10-2019 pukul 21.20 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *