SM Town

“Maghrib di Ujung Karpet”

Posted on

Oleh : Aldila Azam Matahari hampir berada di tengah kepala saat pemuda itu berjalan menyusuri trotoar sepi di sebuah komplek perumahan. Di samping kanannya, sebuah selokan besar memancarkan warna hijau tak meniru warna langit yang biru sebiru samudra luas. Menguap bau selokan itu menyengat hidung si pemuda berambut keriting bertubuh kurus kering. Setelah satu kilo […]

SM Town

“SABODO”

Posted on

Oleh : Farhan Hilmi             Cerita pendek ini mengisahkan seorang anak lelaki berumur 20 tahun, panggil saja Eri. Ia adalah anak yang bersemangat untuk melakukan hal baru. Ya, saya tuliskan di situ “bersemangat”. Terdengar keren, seolah Eri banyak melakukan hal baru di setiap progress hidupnya. Nyatanya, kata “bersemangat” benar benar menggambarkan keadaan bahwa Eri hanya […]

SM Town

“Separuh dari 1000 Bulan”

Posted on

Oleh : Novia Maharani Angka-angka di almanak itu masih dengan rutinnya aku tandai. Seirama dengan aku yang sedang menanti. Angka satu, selesai kucoret. Angka dua, selesai kucoret. Angka tiga, empat, lima, dan begitu seterusnya sampai berakhir di penghujung bulan. Berharap dengan selesainya kalender yang aku coret, saat itu pula aku dapat segera kembali ke rumah. […]

SM Town

“Cahaya di Kala Itu”

Posted on

Oleh : Febri Handayani             Ardi berjalan dilorong fakultasnya sendirian, kelasnya sudah selesai. Disebuah kursi, Ardi menemukan seorang pemuda duduk sendirian dengan murung. Ardi pun menghampirinya dan menyapanya dengan ramah. “Assalamu’alaikum, kenapa sendirian? Kenalkan aku Ardi” Tanya Ardi dengan senyum ramahnya “Wa’alaikumussalam, hai Ardi, aku Ilham. Kurasa menyendiri disini menyenangkan” jawab Ilham “Mau kuajak ketempat […]

SM Town

“Rahasia Malam Lailatul Qadr”

Posted on

Oleh : Indah Sri Wahyuningsih Saat yang dinanti kini akan berakhir, sejatinya saat rindu ini menemui pulangnya sebagaimana bumi merindukan langit dengan hujan-nya, dan kini ku habiskan setiap detik pertemuan ini jadi berharga, untukmu ramadhan saat ini kita berjumpa. Namun, Bumi akan terus berputar begitupun dengan waktu yang kian hari makin cepat untuk dilalui. Tak […]

SM Town

“Bakti Sosial Ke Yayasan Yatim & Piatu”

Posted on

Oleh : Muhammad Alwi Nawawi Saya Muhammad Alwi Nawawi anak ke-3 dari tiga bersaudara. Ibu saya dari Tulung Agung Jawa Timur, dan Ayah saya dari Kendari Sulawesi Tenggara. Sudah tidak terasa bulan ramadhan tinggal menghitung hari. Dan saya merasa bersyukur masih bisa berkesempatan untuk menunaikan ibadah puasa ditahun ini. Saya aktif di karang taruna remaja […]

SM Town

“Teman yang Dirindukan”

Posted on

Oleh: Gilang Catur Yudishtira Ramadhan, datanglah, engkau yang kurindu, yang kutunggu ~•~ Hari ini terasa cukup dingin,  sisa hujan semalam masih mempertahankan lembabnya udara. Akan tetapi,  syukurnya banjir yang semalam memasuki kediaman rumah Salim sudah mulai surut. Setelah selesai bertadarus sehabis subuh tadi,  Salim memainkan telepon genggamnya. Ia memainkan permainan di telepon pintarnya itu. Hal […]

SM Town

“Keberanian Melawan Ketakutan”

Posted on

Oleh: Mochamad Ichsan Prayudhi             Bulan Ramadhan memang telah tiba saat ini. Inilah saat-saat yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Semua umat muslim memang harus berpuasa dan melakukan ibadah lainnya untuk melawan hawa nafsunya. Hal tersebut seharusnya sudah kita ketahui pastinya. Ramadhan ini adalah Ramadhan pertama bagiku yang berada sangat jauh dari orang […]

SM Town

“Untuk Pak Mamat”

Posted on

Oleh: Salzabilla Wahyu Putri “Gas, duluan ya! Assalamu’alaikum!”             “Oke Run, wa’alaikumsalam!”             Harun mulai mengayuh pedal sepeda sesaat setelah berpamitan pada Bagas. Ia dan sepedanya perlahan melaju menjauhi masjid kampus yang masih ramai orang duduk mengobrol atau sembari menunduk melantunkan ayat suci. Langit malam pertengahan ramadhan kala itu cerah dengan udara dinginnya membuat kemudi […]

SM Town

“Anak Kecil Penjual Koran”

Posted on

Oleh : Christin Pasaribu Keyla berjalan dengan tas usangnya yang berisi koran jualannya. “Koran.” “Koran.” Keyla terus berjalan tidak peduli panasnya terik matahari membakar kulitnya, tenggorokannya yang kering atau perutnya yang lapar. “Koran Bu?,” ucap Keyla menawari Ibu penjual warung di pinggir jalan namun ia malah mendapat tatapan tajam, sinis, dan menghina dari Ibu tersebut. […]