ArtikelOpiniWomen Days

“Perbedaan Peringatan IHSD dengan Hijab Days”

Oleh: Fadhilah Damayanti (Kepala Departemen Kemuslimahan
 MII FMIPA UI 25)    

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan International Hijab Solidarity Day (IHSD) dan apa yang membedakannya dengan peringatan hijab lainnya seperti World Hijab Day yang diperingati tanggal 1 Februari dan juga gerakan menutup aurat lainnya?

International Hijab Solidarity Day yang diperingati pada tanggal 4 September merupakan hari dimana kita sebagai umat islam menunjukkan rasa kepedulian dan solidaritas kepada saudara seiman kita di belahan bumi lain yang mendapatkan perlakuan tidak baik karena menggunakan dan mempertahankan hijabnya. Selain itu, sebagai bentuk kebanggaan dan kesatuan umat islam, khususnya muslimah di dunia. Yang melatarbelakangi IHSD ini adalah adanya diskriminasi yang dilakukan terhadap muslimah berhijab dibeberapa Negara, bahkan ada yang sampai melarang muslimah untuk mengenakan hijabnya.

Dahulu di London terdapat keputusan pemerintah yang melarang mahasiswa untuk memakai simbol-simbol keagamaan, termasuk muslimah untuk menutup aurat secara sempurna. Keputusan ini menimbulkan protes dari kaum muslim. Maka, diadakanlah konferensi pada 4 September 2004 yang menghasilkan beberapa keputusan, yaitu menetapkan dukungan terhadap penggunaan jilbab, penetapan tanggal 4 september sebagai hari International Hijab Solidarity Day (IHSD dan rencana aksi untuk tetap membela hak muslimah untuk mempertahankan busana takwa mereka.

International Hijab Solidarity Day (IHSD) awalnya diprakarsai oleh umat islam di 4 negara, yakni; Perancis, Jerman, Tunisia dan Turki. Dahulu di negara-negara tersebut muslimah berhijab dipersulit hidupnya bahkan ada yang sampai dipenjara dan disiksa. Selain itu, IHSD diperingati untuk mengenang Marwa Al-Sharbini, 32 tahun, seorang muslimah asal Mesir yang dibunuh dan sebagai korban penghinaan karena mengenakan hijab oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia di ruang sidang kota Dresden, Jerman pada awal September.

Betapa berat perjuangan muslimah di sana. Mereka berjuang habis-habisan, rela mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan hijab demi bukti keimanan dan kecintaannya kepada Allah. Perjuangan mulia ini harus kita lanjutkan dengan cara tidak menyia-nyiakan kebebasan berhijab di Negara tercinta ini. Kita harus bersatu saling menguatkan dan mengingatkan. Hilangkan segala keraguan dalam berhijab, terus memperbaiki diri untuk menjadi wanita shalihah yang kaffah, dan tidak lupa mengajak orang lain dalam kebaikan. Buktikan cinta kita kepada-Nya dengan berhijab, dan jadilah wanita mulia pembangun peradaban.

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *