ArtikelOpiniWomen Days

“Pengaruh International Hijab Solidarity Day di London”

Oleh : Anggun Frida (Kepala Departemen Kemuslimahan FPPI FIK UI 2016)

 Assalamualaikum Muslimah!

Sst.. saya mau cerita

Jadi.. pada zaman dahulu kala.. tepatnya tahun 2004 saat kita-kita masih di Sekolah Dasar, di suatu negeri yang disebut sebagai negeri Big Ben, terdapat larangan yang ditujukan kepada para penuntut ilmu dan pejuang sks (mahasiswa) untuk memakai simbol-simbol keagamaan, salah satunya hijab. Hal ini tentunya merugikan muslimah yang berusaha menaati kewajiban untuk menutup aurat dengan hijab. Hingga akhirnya pada tanggal 4 September 2004 lahirlah Konferensi London yang dihadiri oleh 300 delegasi dan menghasilkan dukungan terhadap pemakaian hijab bagi muslimah. Sejak saat itu, tanggal 4 September selalu diperingati sebagai International Hijab Solidarity Day.

Nah, pada tanggal 4 September 2016 ini , peringatan International Hijab Solidarity Day sudah memasuki peringatan yang ke 12!

Kebayang dong? 12 Tahun! Udah kayak wajib belajar kan…

Kira-kira apa aja ya yang berkembang di kota pencetus International Hijab Solidarity Day ini?

1. Butik Khusus Busana Muslimah Semakin Bermunculan

Percaya atau tidak, kota London yang menjadi tempat berlangsungnya Konferensi tersebut sekarang telah menjadi pusat fashion muslim di Inggris bahkan hingga kancah internasional. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin banyaknya butik khusus muslimah yang bermunculan di negeri Big Ben ini. Salah satunya adalah label busana muslimah Aab, yang baru saja membuka butik pertamanya setelah 9 tahun sebelumnya hanya menjual hijab dan abaya via online.

Butik tersebut bertempat di East Shopping Centre Green Street, East London dan dikunjungi lebih dari 2.000 pengunjung pada saat pembukaan (www.asianexpress.co.uk)

2. Pameran Busana Yang Juga memamerkan Fashion Muslim

Tidak hanya butik hijab yang semakin marak, kota yang dihuni oleh 3juta muslim ini juga kerap kali mengadakan pameran busana muslim. Bahkan dalam London Fashion Week 2016, designer Indonesia yaitu Dian Pelangi telah menjadi designer muslim pertama yang memamerkan karyanya dalam ajang bergengsi tersebut. (huffingtonpost.co.uk)

3. Designer Muslim London Semakin Berani Berkarya

Siapa yang tidak mengenal Hana Tajima Simpson? (kalau gak kenal gapapa kok, penulis juga baru tau pas searching wkwk). Hana Tajima adalah seorang fashion blogger blasteran Inggris-Jepang yang telah menjadi trendsetter hijab dunia. Semakin berkembangnya Fashion Muslim di Inggris memotivasi designer lokal untuk terus berkarya. Contoh designer berhijab lainnya adalah, Haifa Shamsan yang memulai karyanya disebuah flat lantai atas sebuah blok Menara di Butetown, Cardiff. Sekarang Haifa sudah memiliki labelnya sendiri yaitu “Maysmode” yang ia ambil dari nama anak kandungnya. (bbc.co.uk)

4. Munculnya berbagai event Bazar Fashion Muslim

Pada tanggal 29 Mei 2016 telah dilaksanakan event Saverah Women Expo yang kedua kali di Hotel Intercontinental, London. Event ini merupakan ajang untuk menampilkan bisnis industri kreatif Muslim, yaitu fashion modest wear, kosmetik halal, perhiasan, hingga pameran makanan untuk bulan Ramadhan. (Saverahwomenexpo.co.uk)

5. Munculnya keputusan untuk menghentikan larangan berhijab di berbagai Lembaga Internasional

Pada tahun 2014 Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional menyetujui perubahan UU Nomor 4 – Perlengkapan Pemain yang menyatakan bahwa pemain lelaki dan perempuan sekarang dapat mengenakan penutup kepala. Menyusul satu tahun kemudian pada September 2015, Federasi Bola Basket Internasional melakukan hal yang sama dan memberikan para atlet muslimah kesempatan untuk terus berprestasi.

Nah, itu dia perkembangan yang terjadi setelah 12 tahun peringatan International Hijab Solidarity Day di London, Inggris. Gimana? Semakin semangat dong ya untuk berhijab?

Yuklah terus menjadi pribadi yang lebih baik!

Sampai bertemu di Jannah-Nya!

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *