KOPI Ramadhan

“Pahala Hilang Karena Bukber”

Oleh Nisa Ismundari Wildan (Sekretaris 1 FOKSI Vokasi UI 2018)

Gara-gara Bukber, Pahala Puasa Bisa Hilang.

Alhamdulillah, tidak terasa ya kita sudah menjalani puasa hari ke dua belas. Rasanya baru kemarin saja solat terawih. Ramadhan tahun ini, berbeda dengan ramadhan tahun lalu, tahun ini dua minggu pertama puasa dijalani di kosan karena masih adanya jadwal perkuliahan, terlebih Ujian Akhir Semester.

Tapi puasa tidak menjadi alasan untuk lemah, letih, lesu, lunglai, apalagi lebay. Buktinya sekarang aku lagi semangat banget menandai kalender handphone untuk mempersiapkan acara Buka Puasa Bersama dengan teman-teman SD, SMP, SMA, Kuliah, Jurusan, Fakultas, Angkatan, Organisasi, Komunitas, dan masih banyak lagi. Asik banget kan?

Saat sedang asik-asiknya menandai kalender, tiba-tiba notifikasi youtube muncul dilayar handphone, ku kira lanjutan web series yang biasa aku tonton setiap sore, ternyata bukan, itu adalah notifikasi dari Ceramah Ustadz Ahmad Zainuddin Lc mengenai Bukber Bisa Menghapus Pahala Puasa. Waduh, ko bisa pas gini ya?

Kurang lebih begini isi Ceramah Ustadz Ahmad Zainuddin Lc:

Permasalahan bukber bisa manjadi penghapus pahala puasa dan menjadikan seseorang hanya mendapatkan lapar dan haus. Ada beberapa sebab yang menyebabkan pahala puasa terhapus saat bukber, yaitu :

•Tidak solat magrib, atau solat tidak pada waktunya (menjelang habis waktu solat tersebut)
•Ketika mengantri tidak menyegerakan berbuka puasa, malah menunggu sampai mendapat gilirannya. Semestinya melakukan takjil terlebih dahulu, membawa makanan/kurma atau air mineral

Rosulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka” (HR. Malik No.561)

•Adanya percampuran antara laki-laki dan perempuan (ikhtilat). Duduk berdekat-dekatan dan saling bersentuhan.

Dalam bulan ramadhan lebih baik kita mengerjakan Hadist Rosulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.

Ketika beliau ditanya oleh Uqbah Bin Amir, “Wahai Rosulullah pada saat apa terdapat keselamatan?”

Rosulullah menjawab “pada saat engkau menangisi dosa-dosamu, jagalah lisanmu, dan hendaknya engkau merasa lapang dengan rumahmu”

Tangisilah dosa-dosamu bermakna, manusia adalah tempatnya salah dan dosa maka hendaklah memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Yang dimaksud dengan menjaga lisan adalah menghindari komentar-komentar tidak penting, Ghibah (membicarakan aib orang lain), dan melakukan adu domba.
Merasa lapang dengan rumahmu bermakna nyaman berada dirumah, karena diluar rumah banyak sekali kemaksiatan yang bisa mengikis pahala puasa.
Di dunia nyata maupun dunia maya hendaknya kita juga berhati-hati dengan gadget dan social media yang kita miliki, karena barangkali melalui itulah pahala puasa kitapun turut terkikis.

Wah, ternyata budaya bukber bisa mengikis pahala puasa kita teman-teman, kan sayang sudah puasa hingga petang tetapi hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Dengan begitu bukannya tidak diperbolehkan melaksanakan buka puasa bersama, namun karena sekarang kita sudah sama-sama tahu, alangkah baiknya apabila poin-poin diatas tetap diperhatikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *