KampusMuhasabah Akbar MuharramNotula

“Notula Muhasabah Akbar Muharram 1440H”

Pada hari Sabtu-Ahad, 15-16 September 2018, Salam UI dan Shafa Community menyelenggarakan Muhasabah Akbar Muharram 1440 H. Acara yang bertempat di Masjid Ukhuwah Islamiyah Kampus UI Depok ini mengusung tema “Visionary Life“, bagaimana seseorang nantinya dapat hidup visioner dan bermakna, untuk mencapai kesuksesan di dunia dan keselamatan akhirat.

Sesi 1 : Fajrin Rasyid & Angga Wiratama
“Self-Sufficient”

Sabtu,
15 September 2018

Sesi satu bertema “Self Sufficient“, membahas bagaimana kita terutama mahasiswa/pemuda dapat selesai dengan diri sendiri, sehingga dapat menjadi muslim yang unggul. Pemateri di sesi ini ialah Fajrin Rasyid (Presiden Bukalapak) dan Angga Wiratama (Mapres Utama UI 2018).

Muhammad Fajrin Rasyid [Membangun Bangsa Melalui Ekonomi Digital]

  • Kata-kata yang tepat di saat yang tepat
    • “Fajrin, kalau kamu tidak mencoba, kamu tidak akan pernah tahu kamu bisa atau tidak. Dua puluh tahun lagi, tiga puluh tahun lagi, kamu tidak akan pernah tahu. Kalau kamu mencoba, kamu akan tahu. Entah itu kamu mencoba dan gagal, atau kamu mencoba dan berhasil. Yang penting kamu sudah mencoba. Saya melihat kamu punya potensi, meskipun saya bisa saja salah. Tapi tidak ada yang tahu saya benar atau salah kalau kamu tidak mencoba” – Bapak Mudhoaf, Guru SMA di SMA 1 Pekalongan.
    • “Saya menantang Anda semua untuk menjadi mahasiswa ABG ketika lulus dari ITB. A dari akademis yang baik, yang dibuktikan dengan lulus secara cumlaude. B dari berorganisasi, yang dibuktikan dengan mengikuti 3 atau lebih kepanitiaan atau organisasi. Yang terakhir G dari Gaul, yang dibuktikan dengan mengenal lebih dari 1.000 orang mahasiswa” – Bapak Kusmayanto Kadiman, Rektor ITB 2001-2004
    • “Mau jadi apa saja terserah, yang penting dapat bertanggung jawab serta membawa manfaat bagi orang-orang” – orangtua
  • Visi besar yang harus dimiliki adalah menjadi sebaik-baiknya manusia, yakni “sebaik-baik manusia adalah yang menjadi yang bermanfaat bagi orang lain”
  • Untuk mencapai visi tersebut, dibutuhkan misi yang tepat untuk dapat membawa seseorang lebih dekat ke arah visi tersebut. Mungkin saat pelaksanannya misi yang telah dirancang sedemikian rupa itu akan berubah total, berubah sebagian, atau sama sekali
    tidak berubah. Akan tetapi, intinya adalah jangan lupa bahwa Allah merupakan pencipta rencana yang terbaik untuk hamba-Nya.
  • Untuk dapat melakukan suatu hal secara optimal tanpa mengorbankan hal lainnya, tips yang dapat dilakukan adalah dengan mengenal diri secara baik. Hal itu dapat dilakukan dengan menganalisis SWOT diri, yakni kelebihan, kekurangan, kesempatan, dan ancaman bagi diri. Dengan melakukan hal tersebut, seseorang dapat lebih bertanggung jawab kepada diri sendiri dan mengalokasikan waktu untuk melakukan banyak hal secara tepat.
  • Terkait kewirausahaan, biasanya seseorang ingin berwirausaha karena beberapa alasan, di antaranya adalah waktu kerja fleksibel, budaya kerja fleksibel (pakaian, pelaporan, dsb), kesempatan untuk meningkatkan pendapatan, kesempatan mengatur tim/anak buah, atau hanya untuk gengsi. Akan tetapi, seharusnya alasan utama seseorang berwirausaha karena “wirausaha adalah salah satu sarana terbaik unruk memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar”
  • Oleh karena itu, ketika seseorang ingin membuka wirausaha dilihat kembali your why (alasan) dan visi yang ingin dicapai. Jika visi yang dimiliki hanya sekedar visi kecil lebih baik bersiap karena 90% bisnis gagal. Selain itu, jika visi yang dimiliki tidak kuat, maka seseorang akan mudah menyerah.
  • Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do – mark twain
  • Lakukan apa yang bisa Anda lakukan saat ini, karena pada jangka panjang Anda tidak akan menyesal. Akan tetapi, jika Anda tidak mengikuti dan melakukan hal tersebut, maka pada jangka panjang Anda akan menyesal karena tidak melakukan hal tersebut

Angga Wiratama Lokeswara [A Journey of Self Discovery]

  • Life is like a roller coster, ada waktunya naik dan ada waktunya turun
  • Life Check Point: kejadian dalam hidup yang membuat seseorang menjadi dirinya sendiri pada saat ini, baik pengalaman menyenangkan maupun menyedihkan.
  • Mengenal diri dengan cara menanyakan pada diri: (1) Kejadian apa saja yang telah menjadikan Anda menjadi seseorang seperti saat ini? (2) Apa kegagalan terbesar dalam hidup Anda?
  • Understanding check point: finding yourself, setting a vision, living by your values, coping with failures, and evaluation & reassessment (siklus hidup yang terus berputar)
  • The formula of life: apa yang kita berikan dibagi apa yang kita harap dapatkan kembali=apa yang akhirnya kita dapatkan (misal, ketika Anda memberikan 1 lalu dibagi dengan apa yang Anda harapkan 1, maka yg kita dapatkan adalah 1. Akan tetapi, ketika kita Anda memberikan 1 lalu dibagi dengan apa yg Anda harapkan 0 [tidak mengharap apapun], maka yang Anda dapatkan adalah tidak terbatas)

Q & A

  1. Safrudin, Komunitas Jakarta Berlari
  • Tips-tips yang tepat dalam berwirausaha?
    • Kurangi emosi, fokus dengan data (akar permasalahannya apa) dan solusi
    • Memiliki partner bisnis yang sevisi (bisa saling support karena man/\usia bukanlah makhluk sempurna)
    • Ingat kembali visi dalam membangun bisnis dan visualisasikan
    • Memiliki support system (keluarga, lingkungan) yang mendukung à agar bisnis jalan, silaturahmi dengan keluarga pun jalan
    • Tawakal dan doa
  1. Azka, Ruang Guru
  • Takut target tidak tercapai, dan benar ternyata tidak tercapai. Jika seperti itu, apakah harus ke plan B atau tetap pada tujuan awal?
    • Tidak apa untuk membuat revisi pada visi yang spesifik, asalkan tidak terlalu sering. Akan tetapi, lebih baik jika Anda tidak mengganti visi awal (utama). Oleh karena itu, lebih baik visi awal dibuat lebih general [Fajri]
    • Lebih baik jangan mengganti visi awal yang general, tapi tidak masalah untuk mengganti visi yang lebih spesifik. Dengan adanya kesalahan, kita bisa mengevaluasi mengapa bisa terjadi kesalahan dan memperbaikinya atau menggatinya dengan yang lebih baik [Angga]
  1. Syafiq, Universitas Gunadharma
  • Bagaimana cara mengatur waktu, dengan adanya visi dan misi yang dimiliki, dan ibadah apa yang harus dilakukan?
    • Melakukan yang terbaik dan maksimal (tawakal), berusaha untuk ikhlas (percaya apapun yang terjadi itu adalah rencana Allah yang terbaik), dan bersyukur (apapun yang sudah kita berikan dan percaya pada Allah, tetap bersyukur dengan apapun yang kita dapatkan) [Angga]
    • Semua hal yang kita miliki adalah titipan. Oleh karena itu, harus terus mengingat bahwa kita harus mensyukuri apa yang kita miliki. Syukur, untuk diimplementasikan ke dalam kehidupan, adalah dengan mencoba ibadah apa yang kita nyaman melakukannya dan tetap membuat kita merasa biasa saja. Jadi, mensyukuri dengan cara melakukan hal yang merupakan ibadah namun tidak membuat kita beranggapan bahwa “wah, kita melakukan ibadah ini sebelumnya”.  [Fajrin]

Sesi 2Ustadz Fadhlan Garamatan & Rene Suhardono
Socially Committed To Surroundings”
Sabtu,
15 September 2018

Ustadz Fadhlan Garamatan

  • Mengapa saya harus berdakwah? sebab ketika saya dari kampung melanjutkan studi ke makassar, ketika turun dari kapal di pelabuhan dan mencoba menyapa orang –orang islam di pelabuhan tetapi tidak ada satupun yang menjawab salam saya. Sampai ke tempat kos, ketika waktu subuh saya pergi ke masjid, di perjalanan bertemu ketua DKM, beliau bertanya “kamu asal dari mana?”. Saya jawab dari irian. Mendengar jawaban saya ketua DKM pun mempercepat langkah meninggalkan saya. Sampai ke masjid, ketua pemuda masjid malah menyuruh temannya untuk mengawasi saya dari mulai wudhu, sholat sunnah bahkan sampai sholat berjama’ah. Dan itu terjadi juga pada shalat zuhur, ashar, maghrib hingga isya. Ketika shalat isya datang ketua RT menghampiri saya. Yang disuruh oleh ketua DKM untuk membaca qur’an untuk membuktikan bahwa saya muslim. Tetapi sebelum itu saya suruh ketua RT untuk membaca qur’an terlebih dahulu, dan alhamduliallah ternyata beliau belum bisa membaca Al-qur’an. Kemudian saya katakan kepada beliau untuk menyampaikan salam saya kepada ketua DKM.
  • Langkah berikutnya ke kampus, saya kebetulan duduk di depan kelas. Ketika itu saya paling berbeda sendiri dari teman-teman saya. Sehingga teman-teman kelas mencurigai saya dan ketua kelas langsung melapor ke dosen yang kebetulan waktu itu Mata Kuliah agama islam agar saya segera diusir dari ruangan. Ketika dosen masuk dan menyapa dengan salam. Dosen pun berkata “yang merasa bukan agama islam silahkan keluar dari kelas”. Saya tidak mungkin keluar karena saya adalah muslim, tapi dosen berdiri dan mengusir saya dari kelas alasannya karena saya dari irian. Sebelum keluar dari kelas, saya kemudian meminta dosen untuk menguji bacaan qur’an teman kelas saya. Dosen mulai menguji dari paling belakang kemudian ketika giliran saya dosen malah melewati saya dan memberikan qur’an ke teman sebelah saya. Saya bersabar sampai urutan mahasiswa 45 dan 46. Kemudian saya ambil paksa Al-qur’an dan saya berdiri untuk mengambil urutan 47. Ketika saya membuka Al-qur’an secara acak, Subhanallah surah yang terbuka adalah surat Al-hasyr yang artinya pengusiran. Saya baca tiga ayat terakhir. Kemudian setelah selesai, dosen agama islam pada waktu itu mengatakan bahwa yang bisa membaca al-qur’an secara baik dan benar hanya ada tujuh orang. Dan salah satu orang itu saya.
    Kemudian saya meminta kesempatan kepada dosen bagaimana untuk berbicara didepan kelas selama satu jam perkuliahan. Saya maju ke depan kelas dan membaca ayat al-quran yang artinya “Al-quran itu sesungguhnya diterangkan yang tersempurna dari Allah dijadikan mukjizat kepada Rasulullah SAW dengan tujuan utama untuk mencerdaskan penduduk bumi agar orang-orang di bumi ini mampu membedakan mana yang haram dan mana yang halal dan mencerahkan penduduk bumi untum membedakan mana haq dan mana yang bathil.” Bagaimana kita akan mencerdaskan indonesia menjadi negara yang lebih baik jika tidak ada al-qur’an dalam otak kita. Allah tidak berfirman orang arab yang paling keren atau orang irian yang paling keren. Orang yang paling keren adalah orang yang memiliki bendera “inna akraamakum ‘indaAllahi atqokum”. Alhamdulillah setelah saya selesai ceramah dosen langsung mengatakan bahwa hari itu juga saya lulus dengan nilai A. Dan akhirnya saya ditunjuk sebagai ketua mahasiswa pecinta masjid.
  • Selesai studi saya pulang ke irian. Alhamdulillah saya menjadi PNS selama satu tahun 9 bulan. Saya kemudian mengundurkan diri dari PNS dan menjadi PNS (pegawai nabi SAW). Kenapa saya memutuskan menjadi da’i?. Karena dengan menjadi da’i saya bisa berbuat sebanyak-banyaknya tanpa ruang dan batas. Hari pertama saya harus bertemu dengan seorang pendeta. Kenapa saya harus berdiskusi dengan beliau? Karena beliau ini menggunakan kekuatan kependetaannya untuk mengusir saya pulang. Selesai sholat subuh saya menuju rumah beliau kurang lebih dua ratus meter saya jalan kaki begitu saya lihat beliau sedang lari pagi di depan rumahnya saya percepat langkah saya untuk bertemu beliau. Begiu beliau melihat saya, beliau lari ke rumah dan pintu rumah nya ditutup. Saya pun masuk kerumah dan mengetuk pintu rumah beliau. Tetapi yang keluar adalah istri beliau yang mengatakan bahwa belaiu tidak ada di rumah. Kemudian saya pulang dan besok saya datang lagi. Dan anaknya berkata beliau tidak ada di rumah. Begituu seterusnya sampai satu bulan.
    Bulan kedua saya pun kembali datang ke rumah beliau dan keluarganya mengatakan beliau masih tidak ada di rumah. Sampai bulan ketiga hari ketiga saya datang, anak tertuanya mengatakan pendeta masuk rumah sakit. Kemudian saya pergi ke rumah sakit. Kemudian saya beli parcel buah dan pergi ke kamar rawat beliau. Saya ketuk kemudian saya dipersilahkan masuk oleh istri beliau dan bertemu dengan beliau. Akhirnya beliau menyapa saya. 5 hari kemudian beliau sembuh dan hari keenam saya datang lagi kerumah beliau. 5 hari berturut-turut saya berdakwah kepada keluarga beliau dan alhamdulillah pada hari ke 5 waktu ashar seluruh keluarga beliau mengucapkan dua kalimat syahadat. ALLAHUAKBAR. Saya sadar hari itu, jika seandainya saya berbuat sesuai dengan kehendak saya, keluarga ini tidak akan menyebut nama Allah dan nama Rasulullah. Dan seandainya saya apatis terhadap agama saya sendiri, mungkin keluarga ini tidak akan tersentuh dengan hidayah. Dan inilah awal perjalanan dakwah saya. Dan karena inilah asbab saya dimasukkan ke penjara selama 3 bulan.  Setelah saya keluar saya katakan kepada teman-teman bahwa tidak ada alasan lain bahwa dakwah harus terus berjalan.
  • Kemudian kami mencari daerah yang jauh kurang lebih 179 KM dari ibu kota. Begitu saya sampai disana ternyata mereka sudah tau dan jalan satu-satunya saya harus dibunuh. Saya turun dari kendaraan, saya keluar menuju rumah kepala suku ternyata kepala suku bersembunyi di balik pintu rumah. Kurang lebih tujuh meter dari rumah kemudian saya ditombak sehingga mengenai betis kiri saya. Sehingga teman yang lain langsung ingin menyerang, tetapi saya katakan bahwa tujuan kita bukan untuk berperang tetapi untuk berdakwah. Jangankan saya, Rasulullah pun dilempar hingga berdarah-darah tumitnya. Kemudian tombak itu dicabut dari betis saya dan saya dilarikan ke rumah sakit dan harus menginap di rumah sakit selama tiga bulan. Ketika kaki saya sudah kuat untuk lari pagi, saya berkata tidak ada alasan lain selain ini waktunya untuk kembali ke suku. Dan akhirnya saya datang lagi ke sana dan Subhaanallah ternyata ketua suku yang menombak kaki saya sedang sakit parah terserang malaria dan tidak ada kendaraan disana yang bisa digunakan untuk ke rumah sakit. Kami lah satu-satunya yang membawa kendaraan. akhirnya kami bawa kepala suku kerumah sakit dan kami rawat sampai sembuh. 
          Ketika kami datang lagi kesana Subhanallah baru tiga hari kami berdakwah kepala suku beserta keluarganya, 13 keluarga, dan ditambah, 15 kepala keluarga dari kampung itu mengucapkan dua kalimat syahadat. Sehingga ini menjadi asbab ustad fadlan kembali di penjara selama 6 bulan. Setelah saya keluar saya katakan kepada para da’i. Dakwah tidak boleh berhenti. Dakwah itu seperti air mengalir. Ketika air berhenti maka orang-orang akan kehausan. Maka begitu juga dengan dakwah, ketika dakwah berhenti maka penduduk bumi akan kering, jauh dari masjid, jauh dari qur’an dan jauh dari menyebut nama Allah. Maka kami mulai berdakwah lagi. Subhaanallah setelah dua bulan berdakwah, ada 30 kepala keluarga yang mengucapkan dua kalimat syahadat. Dan ini kembali menjadi asbab ustadz fadlan dipenjara selama 9 bulan.
  • Ketika saya keluar dan orang yang telah memenjarakan saya membuka gembok dan memaki-maki dan berkata “ruangan ini tidak ada yang masuk kecuali anda. Kenapa anda tidak takut dengan ruangan ini?”. saya katakan bahwa saya bukan maling, saya bukan penjahat, bukan pemberontak, bukan pembunuh, saya hanya ingin mencerdasakan saudara-saudara saya di bumi ini agar memuji Allah dan mengikuti Muhammad SAW. Silahkan mau tangkap saya dan penjarakan saya lagi. Tapi saya ingin katakan bahwa orang seperti anda nanti akan ditangkap oleh Allah dan disiksa oleh Allah karena salah menangkap orang. Rupanya apa yang saya katakan membuat petugas ini ketakutan dan saya dibawa ke rumahnya. Dan tidak lama kemudian petugas itu beserta istri dan anaknya mengucapkan dua kalimat syahadat. Saya mulai berfikir bahwa tidak pekerjaan yang paling bergengsi kecuali dakwah. Siapapun yang melakukan pekerjaan ini, diancam, dibunuh, digembok tapi lihatlah. Allah gantikan dengan hidayah yang lebih cepat. saya katakan kepada da’i bahwa kaki ini akan menjadi saksi.  Karena Allah memberikan fasilitas kepada kita berupa kaki untuk berdakwah.

Q & A

  1. Bagaimana cara mendekati penduduk penduduk pelosok agar mau menerima dakwah ?

    Jawaban:

  • Perlu diketahui bahwa modal paling penting dalam dakwah adalah akhlaq. Kepada siapa saja kita harus berkhlaq yang baik. saya pernah mengalami ketika datang berdakwah justru diusir dan dikejar dengan panah. Akhirnya kami pulang kembali. Seminggu kemudian datang lagi dan dikejar lagi. Setelah ketiga kalinya dikejar, kami tidak lari dan kami bertahan. Kemudian kami berkata bahwa kami tidak akan masuk kekampung ini lagi kecuali kami diizinkan untuk bermalam di pantai di atas kapal kami. Ketika kami bermalam, Subhaanallh. Kepala suku kampung tersebut terkena diare. Tidak ada dokter atau fasilitas kesehatan lainnya. Sedangkan di kapal kami terdapat obat-obatan, dokter, perawat dan bidan. Akhirnya kami mengobati kepala suku hingga sembuh. Setelah sembuh kepala suku justru membujuk kami untuk tidak pergi. Kemudian kami mendirikan tenda dan melaksanakan sholat di dalamnya. Kepala suku yang memperhatikan kegiatan sholat kami penasaran dan bertanya gerakan apa yang kami lakukan. Kami menjawab bahwa kami muslim dan jika kami shalat seperti itu. Dia diam dan melihat kami berinteraksi dan mendekati masyarakat tidak berbicara selebihnya saat itu. Tapi kami membawa akhlaq yang membuat mereka bertanya siapa kami sebenarnya. Sehingga pada saat kami buat program berikutnya mereka sudah simpati dan mulai mengikuti.  Sehingga saat melaksanakan shalat zuhur penduduk disana mulai mencontohi gerakan shalat walaupun belum mengucapkan kalimat syahadat. Akhirnya 1800 kepala keluarga di sana mengucapkan dua kalimat syahadat. Akhlaq itu penting. Sebelum kita melakukan tindakan apapun, kita harus tunjukkan akhlaq yang baik kepada mereka.
  • Di masyarakat jangan coba-coba menjanjikan sesuatu . saya punya pengalaman, pernah salah satu kepala suku minta sandal, saya berjanji bahwa jika saya pergi ke jakarta saya akan membawa sandal. Begitu saya pulang dan kepala suku tahu saya sudah datang, kepala suku tersebut menunggu janji saya sampai lima hari lima malam. Terpaksa saya ke jayapura dan mengirim sandal ke kepala suku tersebut.
  1. Bagaimana cara agar isitiqamah dalam jalan dakwah?
  • Kita harus memiliki visi dan misi seperti baginda Muhammad SAW. Kita harus menghendaki dan memiliki visi bahwa seluruh manusia di muka bumi ini bahagia dan selamat tunduk kepada Allah SWT. Tugas kita menghantarkan petunjuk tersebut. Karena yang menurunkan hidayah adalah Allah SWT. Kita berdakwah dengan memberi contoh perilaku yang baik. jangan coba-coba untuk menyalahkan dan membunuh karakter dari masyarakat. Justru kita harus masuk ke dalam budaya mereka dan menjalankan dakwah sesuai dengan budaya mereka.
  1. Bagaimana cara meyakinkan orang disekililing kita dengan jalan dakwah dan bagaimana agar kita tetap fokus berdakwah?
  • Memberi pemahaman kepada keluarag bahwa dakwah merupakan jalan hidup. Maka agar fokus berdakwah kita harus tetap istiqamah. Istiqamah itu merupakan sesuatu hal yang amat sangat sulit tetapi harus terus dilakukan dan tidak boleh berhenti seumpama orang yang sedang thawaf, mulai dari hajar aswad dan berhenti di hajar aswad. Begitupun dakwah, mulai dari Allah berhenti di Allah. Bergerak karena Allah dan berhenti karena Allah. Maka dakwah harus jalan terus. Jikalau dakwah ini berhenti maka orang akan kehausan.
  1. Bagaimana cara menghadapi orang islam yang justru bersikap apatis dan tidak mau membantu orang lain berdakwah?
  • Satu hal yang saya pelajari bahwa orang ketika dibenci maka ia akan menjauhi dan ini salah. Justru orang yang membenci kita itu merupakan kekuatan bagi kita untuk mendekati mereka. Dan justru kita harus mendoakan mereka. Tapi yang terjadi saat ini justru mereka malah balik membenci sehingga hidayah dan petunjuk tidak sampai ke mereka. Ingat kembali kepada visi misi dakwah kita yaitu agar mereka bahagia dan selamat tunduk kepada Allah. Tugas kita bukan menyalahkan dan mengkafirkan mereka tetapi bagaimana menyelamatkan mereka. Begitulah jalan dakwah, tugas kita bukan menerima cacian mereka. Dakwah merupakan sebuah jalan yang bergengsi.
  1. Bagaimana proses ustadz fadlan memeluk agama islam?
  • Saya dari dahulu sudah menjadi muslim. Perlu diketahui bahwa agama pertama yang ada di irian adalah agama islam. Tgl 17 Juli 1224 Masehi Pasai melakukan dkwah sampai ke irian, yang mana dulunya bukan irian/papua tapi bernama nuwa. Yang artinya dalam bahasa arab adalah negeri yang bergelimang cahaya. Disitulah asal mula keluarga kami menjadi muslim. Semua keluarga kami menjadi muslim.
  1. Mengapa ustadz tetap datang meskipun ditolak, ditombak atau dipanah? Mengapa tidak mencari tempat lain yang lebih bersahabat?
  • Kita lihat apa yang dialami oleh Rasulullah SAW yaitu tantangan. Tetapi beliau terus mendatangi mereka agar terus berubah. Kita tidak boleh mundur. Bisa jadi kita mencari lokasi baru tetapi mereka ini tidak akan tersentuh. Jika mereka melihat bahwa kenapa kita walaupun ditombak atau dipanan dan ditolak tetapi tetap datang. Mereka akan melihat niat baik kita. Jangan pernah  karena mereka membenci kita, kita berhenti berdakwah. Hari ini belum mendapat hidayah, bisa jadi besok atau lusa hidayah tersebut turun.
  1. Bagaimana cara agar yang sudah beraqidah mau mempelajari syariat islam?
  • Bisa belajar melalui sumber yang jelas yaitu Al-qur’an dan hadis. Serta dari sejarah-sejarah nabi adam sampai Rasulullah SAW. Melalui para ulama dan tabi’ tabi’in. Itulah yang menjadi panduan. Tetapi kita juga harus berprinsip bahwa belajar tidak boleh berhenti. Terutama pembelajaran tetang agama islam. Mempelajari islam bukan merupakan suatu kemunduran. Islam lah yang mengantar hak asai, keadilan, dan memajukan dan membangun peradaban dunia.
  1. Bagaimana cara berdakwah kepada teman kita sendiri karena terkadang timbul rasa segan?
  • Justru berdkwah kepada teman, jika mereka berbuat salah jangan dibiarkan. Itu malah keliru. Justru harus diingatkan. Karena hal tersebut merupakan dakwah terbaik. Seperti dalam Al-qur’an surat 52 ayat 21 yaitu orang masuk surga itu justru karena saling mengingatkan dan saling mendakwahkan. Jadi jangan karena dia sahabat kita justru kita merasa segan. Dakwah itu harus dilakukan terus menerus. Jika berhenti maka syaithon akan memperngaruhi orang tersebut. Kalau kita berteman dekat sekedar nongkrong atau makan bersama dan tidak saling mendo’akan. Rugilah kita dalam berteman. Kita harus memberi pehamahaman bahwa kita ingin agar mereka selamat dan bahagia di dunia dan akherat.  Yang terpenting adalah kita tujukkan akhlaq yang baik. kuncinya kita jangan pernah bosan, jangan pernah lelah dan merasa capek dalam berdakwah. Agar dakwah kita sampai kepada mereka yang membutuhkan.
  1. Mengapa beliau memilih keluar dari PNS dan berdakwah? Mengapa tidak berdakwah sambil menjadi PNS? Apakah perempuan boleh ikut berdakwah?
  • PNS itu terbatas. Jika saya berdakwah maka semua tempat bisa saya kunjungi. Saya ingin ruang yang terbuka lebar sehingga saya bisa berdakwah ke semua penjuru dunia.
  • Perempuan tidak boleh berdakwah jika semuanya laki-laki. Akhwat bisa berdakwah dengan ditemani mahram nya.
  1. Apa saja konten dakwah yang sebaiknya disampaikan kepada non-muslim?
  • Materinya dakwah sebenarnya sudah dikemas dalam al-qur’an dan sunnah. Tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita menyampaikan kepada mereka. Harus dengan lemah lembut dan disertai akhlaq yang baik.

Rene Suhardono

Q & A

1. Syafiq, Universitas Gunadharma

Pengalaman apa yang beliau rasakan yang membuat beliau berpikir kalau masa muda bukan hanya untuk dunia namun juga untuk akhirat? Bagaimana cara beristiqamah di keduanya secara seimbang?

  • Apapun yang kita percayai sebagai kemampuan kita, tidak ada artinya karena semua adalah titipan dari Allah.
  • Orang yang tersesat bukan karena tidak tahu dia akan ke mana, tapi karena tidak tahu dia di mana dan dia siapa.
  • Try to find yourself!
  • Kenapa orang melakukan sesuatu? Kebanyakan orang berpikir bahwa hidup adalah untuk happiness. Namun, itu merupakan tujuan yang paling rendah dan dalam Qur’an tidak tertulis tentang happiness
  • Tujuan-tujuan hidup (analogi anak tangga):
  1. Anak tangga paling bawah/ ke delapan adalah happiness, yakni tujuan hidup yang paling rendah
  2. Anak tangga ke tujuh adalah tujuan dimana kita mencari ridha manusia (mendapatkan acceptance dari orang lain), misalnya pakai baju masih memikirkan pemikiran manusia
  3. Anak tangga ke enam adalah popularity. Sosial media memperparah hal tersebut.
  4. Anak tangga ke lima adalah prestige (harga diri)
  5. Anak tangga ke empat adalah money
  6. Anak tangga ke tiga adalah excellent. Berkompetisilah dengan diri kita, yakni dengan menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari hari ke hari.
  7. Anak tangga ke dua adalah impact. Hal ini terjadi ketika seseorang bertujuan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
  8. Anak tangga ke satu adalah justice. Tanpa adanya keberpihakan, tidak akan ada kebersamaan. Tidak cukup hanya memberi impact, namun juga memberikan kontribusi di eranya masing-masing.

2. Ulfa

Prinsip apa yang kalian punya hingga audience langsung tertarik?

  • Luruskan niat.
    Memberikan yang terbaik dengan cara banyak melakukan latihan. Dengan cara berbicara secara otentik yakni berbicara apa adanya dengan ikhlas. Lakukan saja, karena kita adalah manusia kita pasti akan melakukan kesalahan. Selain itu, berharap ridha Allah dan selalu bersyukur karena masih dapat berbicara ataupun mendengar

3. Susi

Apa yang kalian rasakan berbeda ketika kalian menyadari “jangan mencintai makhluk melebihi penciptanya”?

  • Mencari keridhaan manusia melelahkan karena tidak ada bedanya.
    Mencintai karena Allah adalah yang terbaik, karena ada rasa tentram yang berasal dari pemikiran bahwa apa yang kita lakukan adalah hal yang benar.

Terkait Hijrah

Ketika kita jauh dari agama, tidak ada petunjuk dan pedoman yang bisa kita ikuti. Quran adalah pedoman yang paling sempurna dan diturunkan pada orang yang paling sempurna pula. Untuk para lelaki, jangan beranggapan bahwa kalian adalah orang yang memimpin dan istrinya hanya mengikuti dari belakang. Sebagai seorang imam, kalian harus memastikan bahwa istri kalian sejahtera dan baik-baik saja. Pahami peran yang akan kalian ambil (suami/istri) sebelum menikah agar kalian tidak membuat kesalahan ketika sudah berumah tangga nanti. Akan tetapi, ingat jangan mencintai makhluk melebihi Sang Pencipta.

Closing statement

Seseorang dapat berdiri dan berbicara di depan umum bukan karena yang terbaik dan terhebat, namun karena terus berusaha menjadi lebih baik. terus berusaha untuk berada di jalan yang lurus. Oleh karena itu, ayo saling menjaga untuk berada di jalan yang lurus tersebut. mungkin kecepatan kita berbeda-beda, tak apa asalkan kita masih berada di jalan tersebut.

Sesi 3Dr. Arief Munandar
Spiritually Prepared For The Afterlife”
Minggu, 16 September 2018

Dr. Arief Munandar

  • Al Imran 105: tiap-tiap yang berjiwa akan berjumpa dengan kematian, tetapi apakah kita telah mengingat dan merasakan bahwa kematian sangat dekat?
  • Seseorang yang merasa bahwa kematian sangat dekat akan menggunakan waktu yang ia miliki dengan tepat dan tidak menyia-nyiakan waktu tersebut
  • Cara menikmati al Quran adalah dengan merasakan bahwa lewat al Qur’an Allah sedang berbicara dan berdialog dengan kita
  • Allah memberikan satu ukuran, yakni “kebaikan yang absolut adalah ketika kita dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari neraka”
  • Surga adalah imbalan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang istimewa sehingga untuk masuk surga kita harus melakukan amalan istimewa
  • Fushshilat 33: mengajak kepada Allah (dengan cara berdakwah kepada orang lain), beramal shaleh (beramal shaleh dengan niat yang ikhlas dan kualitas yang ihsan), dan mengatakan bahwa ia adalah muslim (dengan cara melakukan berbagai hal dalam batas kemampuan yang optimal untuk menunjukkan kepada dunia jati diri islam yang sebenarnya)
  • Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lain
  • Untuk menjadi sebaik-baiknya manusia, hal yang harus dilakukan adalah membangun pilar-pilar dalam diri sehingga nantinya dapat memberikan kebermanfaatan untuk orang lain
  • Terdapat 9 pilar, yakni:
    • Pilar 1: akidah yang bersih, kebergantungan semata-mata dengan Allah tanpa bergantung kepada makhluk
    • Pilar 2: ibadah yang lurus, melakukan hal-hal yang disunnahkan nabi dan mencontohnya
    • Pilar 3: meskipun memiliki banyak hambatan dan lingkungan tidak mendukung, tetap berusaha untuk membangun akhlak yang kokoh
    • Pilar 4: fisik tubuh yang sehat dan fit, tidak kekurusan dan kegemukan yakni ideal
    • Pilar 5: mandiri secara finansial, mandiri dalam artian yang benar
    • Pilar 6: berpengetahuan luas, sehingga ketika berbicara banyak dan jelas serta ada ilmu di dalamnya
    • Pilar 7: cermat terhadap waktu atau memuliakan waktu karena waktu adalah sumber daya yang paling penting bagi manusia
    • Pilar 8: hidup tertata dengan baik, bukan terlempar dari kondisi emergency satu ke emergency lain
    • Pilar 9: mampu mengendalikan diri dan emosi, emosi yang dimaksud bukanlah tidak boleh marah namun harus dapat terkontrol

Q & A

  1. Langkah apa yang dapat dilakukan agar tidak bersikap subjektif ketika berhubungan dnegan orang lain?
  • Secara teoritis, ada perempuan yang emosional dan rasional begitu pula laki-laki. Emosi bukanlah sesuatu yang salah. Hidup tanpa emosi bagaikan sayur sop yang punya banyak isi, namun tidak dibumbui. Oleh karena itu, emosi dibutuhkan dalam hidup layaknya sayur sop yang membutuhkan bumbu.
  • Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melatih skill listening atau menyimak, jangan terlampau cepat untuk merespon. Tunda beberapa saat, cermati dahulu kata-katanya, baru kemudian merespon. Perhatian bahasa verbal dan bahasa nonverbalnya agar benar-benar memahami apa maksud dari lawan bicara.
  1. Motivasi apa yang dipakai agar waktu dapat terus di manage?
    Rencana tidak akan selalu rapi. Akan tetapi, dengan adanya rencana kita punya patokan yang akan mengingatkan kita. Meskipun begitu, rencana tersebut tetap dapat diubah karena dunia pun terus berubah. Rencana tersebut diubah karena tidak akurat atau tantangannya yang berubah, maka teruslah latihan. Seringkali rencana tidak efektif, maka bangunlah kebiasaan yang baik. Sesuatu yang sudah jadi kebiasaan membutuhkan alokasi pikiran dan waktu yang lebih sedikit sehingga alokasi pikiran dan waktu kita dapat kita gunakan untuk melakukan hal baik lain yang belum menjadi habit. Selain itu, lengkapi diri dengan berbagai ilmu alam yang baik agar hidup kita lebih efisien.

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *