KampusNotula

“Notula Kajian Wawasan Islam Featuring 2”

Notula WIFI 2: Hijrah dan Tantangan Peradaban

Pembicara 1 Ust. Asep Sobari

Hijrah

* Hijrah: Erat kaitannya dengan hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Habasyah

* Seringkali pemahaman mengenai hijrah mengalami reduksi sehingga makna dari hijrah hanya perpindahan

* Dalam waktu 3 tahun, Rasulullah SAW mempersiapkan hijrah secara matang

* Alasan Rasulullah SAW berhijrah bukan karena alasan keamanan beliau: “Jangan tergesa-gesa untuk berhijrah karena aku mau Allah SWT mengizinkanku.”

* Perpindahan Rasulullah SAW bukan hanya perpindahan fisik, tetapi ada dua dimensi. Secara fisik, ada perpindahan ke tempat yang lebih baik. Secara non fisik, perpindahan yang ada menciptakan nilai-nilai hidup.

* Allah SWT berfirman kepada Rasulullah SAW: “Selagi kamu lagi berada di dalam Mekkah, kamu harus membentengi diri. Jangan menjadi orang yang dipengaruhi, tetapi menjadi orang yang mempengaruhi.” Oleh karena itu, cara pikir dan sikapnya dibangun oleh Allah SWT.

* Titik optimal Mekkah bukan titik lahirnya peradaban. Mekkah tidak mungkin menjadi rahim peradaban.

Islam

* Fungsi agama adalah melahirkan peradaban

* Tujuan Islam tidak sekedar agar orang beribadah. Banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam, tetapi momentum paling besar adalah hijrah. Islam berfungsi agar manusia taat kepada Allah dan agar kemajuan peradaban tercipta.

Madinah

* Ada tiga hal yang melatarbelakangi hijrah Rasulullah SAW ke Madinah, yakni krisis ekonomi, sosial, dan politik

* Saat Rasulullah SAW datang ke Madinah, ada 7 pasar yang dikuasai Yahudi dan ada ancaman dari luar. Pasar-pasar tersebut kemudian bangkrut.

* Rasulullah SAW lalu membangun pasar yang mengizinkan pedagang asing maupun Yahudi untuk masuk, ada keunggulan dari pasar yang dibangun Rasulullah SAW

* Selanjutnya, Rasulullah SAW membangun militer yang kuat. Dalam waktu lima tahun, Madinah telah memikiki alutsista yang baik. Tidak hanya pasar, Rasulullah SAW juga mengatasi masalah pangan dan kebutuhan ekonomi. Selain itu, di Madinah tersedia dua puluh ribu unta untuk kendaraan.

* Semua perubahan baik yang terjadi di atas tidak mungkin terjadi di Mekkah

* Semua perubahan baik yang terjadi menunjukkan bahwa iman dapat membuktikan keunggulan dalam peradaban. Bagi orang beriman, dunia adalah penjara bila dibandingkan dengan surga yang luar biasa.

Pembicara 2 Dr. Henri Shalahuddin, MIRKH

Hijrah yang Dilarang

* Asal Muhajarah: Pindahnya orang Badui dari dusunnya ke kota

* Disebut Muhajir: Karena meninggalkan kampung tempat tinggalnya menuju tempat baru yang tidak ada sanak keluarga dan simpanan harta

* Hijrah:

  1. Tempat: Ke negeri iman (ke Madinah) dan ke negeri aman (ke Habasyah)
  2. Hal/kondisi

* Hijrah saat ini: Ikhlas dalam berjihad (membela agama Allah; perang, jihad harta, jihad ilmu, dsb)

* Bangunan hijrah yang integral: Tauhid, ikhlas, ketaatan, ketundukpatuhan, Islam

* Kerancuan dalam memahami terminologi hijrah: Pindah (profesi/left group/dll), boyongan, merantau

* Hijrah dalam membangun peradaban: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah kebaikan yang ada pada suatu kaum, sehingga mereka mengubah kebaikan yang ada dalam diri mereka sendiri”

* Sejarah dakwah dan kerja-kerja membangun peradaban di Nusantara: “Islamisasi Nusantara = Islamisasi Bahasa” dan  “Mengislamkan tanpa senjata: Ngluruk tanpo bolo!”

  1. Kosa kata: Adil, makmur, adab, musyawarah, hikmah, rakyat, dll
  2. Peribahasa: “Malu bertanya, sesat di jalan” (fas’aluu ahlaz zikri), “Kalau kail panjang sejengkal, jangan lautan hendak kau kira” (wa fauqa kulli dzi ‘ilmin ‘aliim)
  3. Pepatah: “Habis akal, baru tawakkal”, “Duri di hutan siapa pertajam”
  4. Pantun

* Peradaban Islam mewarnai barat: Admiral (amir al-rahl), adobe (al-tub), arsenal (dar al-sina’), alkanet (al-hinna’), barque (burqa)

* Dampak dikotomi ilmu: Ahli tahajud tapi marxis, rajin puasa tapi pendukung sekularisme, memahami tauhid tapi pola pikirnya tidak tauhidi (imannya tidak didukung akalnya, ilmunya tidak menambah imannya)

* Problematika di sekitar kita

Ada orang berkata: “Ketakutan terhadap atheisme menunjukkan ketidakpercayaan terhadap iman kita. Apa benar iman kita akan luntur akibat bersinggungan dengan atheisme? Tiap hari saya bekerja dengan orang atheis yang menjaga moral dan etika yang cukup tinggi. Saya justru banyak belajar dari mereka, bukan dari mereka yang bersorban. Insya Allah saya masih Islam.”

Mana yang lebih baik? Menjadi orang bermoral atau religius?

Abu Ja’far Muhammad ibnu Jarir al-Tabari

* Imam, hafidz, mufassir, qurra’, muhaddith, faqih, ahli sejarah, & mu’arrikh

* Lahir di Amol, Tabaristan (Iran) 224 H (839 M)

* Selama 40 tahun menulis kitab-kitabnya

* “Sungguh aku merasa heran kepada orang yang membaca Al-Qur’an dan tidak memahami maksudnya, bagaimana dia bisa menikmati bacaannya?”

* Di antara karyanya: Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil Aay al-Qur’an (30.000 lembar, lalu diringkas menjadi 3.000)

Pertanyaan

Bagaimana agar seorang muslim tidak sekedar selamat dari godaan setan?

Muslim yang ideal adalah muslim yang bisa membangun peradaban melalui ketaqwaan kepada Allah SWT

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *