Uncategorized

“Notula Grand Closing UI Qur’anic Olympiad 2018”

“Everlasting with Quran”


Sesi 1 : Syekh Ali Jaber & Ustad Erwin

Syekh Ali Jaber
Menjadi penghafal ituu gampang, tetapi mempunyai akhlak qur’an, menghargai qur’an itu yang sulit

Al qur’an itu luar biasa, amat mulia dan memberikan kemuliaan. Yang perlu kita pahami, jika kita ingin mendapat kemuliaan dari Al Qur’an maka kita harus memuliakan dan meluangkan waktu untuk Al Qur’an

~Walaupun ga mengerti Al Qur’an tidak apa-apa dikhatamkan tetap mendapat pahala per 1 huruf. Mengkhatamkan Al Qur’an itu bisa menghabiskan waktu 10 jam. Minimal 1 bulan itu mengkhatamkan sekali Al Qur’an. Jadi bagaimana pintar-pintarnya kita mengatur waktu kita dalam 1 bulan itu menyisihkan waktu 10 jam     

Untuk mendapatkan sesuatu dalam hal ini keberkahan dalam qur’an kita harus mengorbankan 3 hal:       
1. Habiskan waktu bersama qur’an    
2. Fikirkan apa yang bisa membuat kita dekat dengan Al Qur’an    
3. Harta yang bisa dihabiskan untuk belajar Al Qur’an        

Tidak ada teman yang lebih setia dibanding dengan Al Qur’an. Al qur’an akan menemani kita di dunia, sakaratul maut, menemani saat di kuburan, saat kita bangkit, berjalan di jembatan shirot

Perbaiki hubungan dengan Al Qur’an baru bisa menghafal qur’an.
Berapa lama waktu yang anda habiskan bersama Al Qur’an? Bandingkan dengan waktu yang kita habiskan dengan handphone Anda boleh jadikan orang hebat sebagai contoh, tetapi jangan menyamakan dengan dia.

Cara menambah semangat dalam menghafal Qur’an:

  1. Carilah teman yang selalu memberikan motivasi kepada kita yang mengajak pada kebaikan.
  2. Luangkan waktu dengab Qur’an
    Janganlah malu ketika berdosa, tetapi malu lah ketika berdosa tetapi tidak bertaubat
    ~Tunjukkan kepada Allah betapa hati kita haus dengan Al Qur’an, rindu dengan Al Qur’an sehingga kita bisa mendapat keberkahan Al Qur’an

Ustadz Erwin (Produser Hafidz Indonesia)

Ustad Erwin melihat anak-anak orang lain kenapa kok bisa ngafal qur’an? Rata-rata org tua nya penghafal atau ustadz, tetapi ustadz Erwin berusaha untuk mencarikan guru untuk kedua anaknya
Siapa yang hidup dengan Al Qur’an maka Allah akan muliakan. Dengan keberkahan Al Qur’an sekeluarga Ustadz Erwin bisa berangkat haji berkat hafalan dari al ghazali dan al khalifi.  Kedua hafidz cilik ini tidak pernah nonton tv, denger musik, tidak pernah pegang hp

Kenapa memilih Al Qur’an untuk yg diajarkan pertama kali? Karena tidak ada pilihan lain. Al Qur’an adalah sebaik baik bekal       

Pertanyaan :   
Bagaimana kalo menghafal tapi ga hafal-hafal?       
Gapapa menghafal tapi ga hafal-hafal tetapi kita tidak pernah berhenti untuk menghafal. Siapa yang tau bisa saja saat kita sedang menghafal nyawa kita dicabut

Closing Steatment : Yuk kita viralkan Al Qur’an, boomingkan Al Qur’an
Siapa pun bisa dekat dengan Al Qur’an. Bukan seberapa banyak hafalan kita, yang lebih berharga adalah bagaimana kita berjuang dan terus memperbaiki hubungan kita dengan Al Qur’an dan meluangkan waktu untuk Al Qur’an.

Sesi 2 : Muhammad Ismail & Ghani Ahsani

Motivasi Ismail Ikut MTQMN itu bisa membuat kita semakin semangat untuk murajaah hafalan dan Ismail pun ingin membuktikan walaupun berkuliah di Universitas yang tidak ada background keislaman pun bisa ikut serta.           

Sedangkan Ghania sudah mengikuti MTQ sejak SD tetapi belum sampai ke Nasional. Kemudian sebelum merantau ke Bogor, Ghania bermimpi ingin bisa sampai Nasional dan  Motivasi dari Ghania sendiri adalah Allah.

Persiapan Ghania sebelum MTQMN, yaitu ada 2, persiapan lahir dan batin. Berbagai macam persiapan pun dilakukan, tetapi yang paling susah itu diniatkan karena Allah.       

Persiapan Ismail sebelum MTQMN, yaitu mengulang setiap harinya 3 juz setiap hari, awalnya sangat berat. Akan tetapi akhirnya menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Selain menghafal Quran, Ismail juga membaca dan memahami artinya. Ismail menjadi lebih baik lagi karena dapat mengerti apa yang Allah ingin sampaikan.           

Ketika pergi MTQMN ke Malang Ismail bertemu dengan peserta yang buta tetapi hafalannya kuat. Ismail pun merubah orientasinya untuk mendapat berkah dari penghafal quran

Hikmah yg didapat Ghania setelah menang MTQMN yaitu semakin percaya akan keberkahab Al Quran.

Pertanyaan :
Bagaimana cara istiqomah dalam Al Quran?

Buat momen momen yang buat kita merasa semakin cinta dengan Al Quran seperti mengajarkan Al Quran atau mengikuti kegiatan lain yang membuat kita senantiasa bersama Al Quran

Closing Statement :  

“Istiqomah itu berat, yang ringan itu istirahat, tetapi ketika kita sudah memilih jalan untuk istiqomah dengan Al Quran, Insya Allah engga ada ruginya karena itu merupakan janji Allah” – Ghania Ahsani

“Prestasi terbesar seorang penghafal Al Quran itu bukan ketika dia menjadi Juara 1 di perlombaan, bukan ketika bisa menjadi imam shalat, bukan ketika ia diakui oleh orang lain karena bacaannya baik dan merdu, tetapi prestasi terbesar seorang penghafal Al Quran adalah ketika ia bisa istiqomah berinteraksi dengan Al Quran sampai akhir hayatnya” – Muhammad Ismail

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *