KOPI Ramadhan

“Mau Dibawa ke Mana Ramadhan Tahun Ini?”

Oleh: Hilma Qonitah (Kepala Bidang Syi’ar Salam UI 21)

Kawan, sudah mendengar kisah tentang Raja Iskandar Zulkarnain dan pasukannya yang ditulis Buya Hamka dalam suatu bukunya?

Kisah yang bercerita tentang raja dan para pasukannya yang sedang melakukan perjalanan untuk menaklukkan suatu daerah.

Ia dan para pasukannya harus melewati sebuah sungai di malam hari. Raja berpesan kepada para pasukannya pada pagi hari sebelumnya, “Dalam perjalanan, nanti malam kita akan melintasi sungai. Ambillah apa pun yang terinjak yang ada di sungai itu.”

Ketika malam tiba dan sesampainya di sungai, ada 3 golongan pasukan yang membersamai Iskandar Zulkarnain. Mereka memiliki pilihan sikap yang berbeda saat melintasi sungai.

Golongan pertama, mereka tidak mengambil apapun dari sungai itu karena yakin itu adalah batu. Mereka berpikir bahwa sungguh amat teramat menyusahkan diri jika membawa batu-batu sungai itu.

Golongan pasukan kedua, karena tidak mau melanggar perintah raja, mereka mengambil apa yang mereka injak, namun alakadarnya.

Dan golongan pasukan ketiga, mereka mengisi kantung-kantung bawaan mereka dengan apa yang mereka injak selama melewati sungai itu. Ya, sebanyak-banyaknya.

Lalu, tahu apa yang terjadi?

Saat pagi tiba, Iskandar Zulkarnain bertanya kepada pasukannya apa yang telah didapatkan semalam. Ketika prajurit memeriksa tasnya, mereka mendapati isinya ialah intan berlian.

Prajurit yang tidak mengambil apa-apa sangat menyesalinya. Begitu pula dengan prajurit yang mengambil ala kadarnya, tersimpan perasaan bercampur penyesalan. Berbeda dengan prajurit yang bersungguh-sungguh melaksanakan perintah Iskandar. Mereka merasa sangat bahagia.

Ternyata, kisah ini sering dikaitkan dengan makna melakukan sebanyak-banyaknya kebaikan dan ibadah selama bulan Ramadhan, Sobat.
Kita tahu bahwa paling tidak ada tiga pilihan sikap kita terhadap bulan Ramadhan ini :
1. Melewati Ramadhan tanpa mengambil keberkahannya
2. Melewati Ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya, atau
3. Melewati Ramadhan dengan sungguh-sungguh untuk mengambil keberkahannya dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan lainnya.

Sungguh beruntung orang-orang yang memanfaatkan bulan ini dengan sebaik mungkin. Setiap detik yang dipunya tidak lain hanyalah berisi ibadah dan amal kebaikan sebagai bentuk dzikrullah (mengingat Allah).

Dan sungguh teramat sangat merugi mereka yang menyiakan momen Ramadhan ini, melalui bulan agung ini sama seperti bulan-bulan pada biasanya.

Semoga penulis dan kamu, Sobat Pembaca KOPI dapat menjadi pemenang pada Ramadhan tahun ini dan seterusnya, seperti golongan pasukan terbaik Raja Iskandar Zulkarnain.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan karena semata-mata mencari ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari-Muslim)

Jadi, mau dibawa ke mana Ramadhanmu tahun ini?

Sumber:
http://www.portal-islam.id/2017/05/kisah-zulkarnain-dan-pasukannya-hikmah.html?m=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *