KOPI Ramadhan

“Hikmah Ramadhan di Perantauan”

Oleh Andi Bintang M. Raihan (Project Master Pelita Ramadhan Kampus 1439H)

Merantaulah,
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan. Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang.

(Imam Syafi’i)

Bulan Ramadhan telah tiba, tentunya beberapa orang sangat bergembira dalam menyambutnya. Mengapa tidak? Bulan ramadhan ada bulan dimana amal ibadah dilipatgandakan, bulan pengampunan serta terdapat pula malam Lailatul Qadar.

Namun ada juga beberapa yang bersedih, karena Ramadhan pada tahun ini harus dilakui jauh dari keluarga. Beberapa momen pun dilewatkan seperti sahur bersama, berbuka bersama hingga ibadah bersama.

Dibalik itu semua, ada beberapa hikmah ramadhan di perantauan, yaitu :

1. Melatih untuk bangun sahur

“Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.” (H. R. Bukhari)

Sesuai dengan hadist diatas, sahur memiliki keutamaan sendiri yang memiliki keberkahan di dalamnya. Seringkali saat di rumah, kita mungkin masih dibangunkan oleh orang tua lalu sahur bersama keluarga. Namun saat Ramadhan di Perantauan, kita akan dilatih untuk bangun lebih awal agar dapat melaksanakan sahur sebelum adzan shubuh.

2. Melatih untuk sahur dan berbuka dengan yang sederhana
Saat di rumah, makanan-makanan sahur dan berbuka akan disiapkan oleh ibu kita sendiri bahkan tak jarang disediakan banyak pilihan untuk di konsumsi. Namun dengan kondisi jauh dari orang tua serta dengan kemampuan yang seadanya, tak jarang kita harus berbuka dengan yang sangat sederhana. Namun janganlah bersedih! Sesuai perkataan Rasulullah SAW, salah satu kebahahagiaan dari berpuasa yakni saat berbuka.

3. Melatih untuk istiqomah dalam ibadah
Saat ramadhan di rumah, seringkali ibadah-ibadah sunnah masih diingatkan oleh orang tua. Namun saat Ramadhan saat di perantauan, maka tidak ada lagi yang akan mengingatkan kita untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah selama Ramadhan. Maka ini menjadi momen dimana kita harus melatih untuk istiqomah dalam beribadah dari yang wajib maupun yang sunnah.

Itulah beberapa hikmah dari puasa di perantauan dari sekian banyak hikmah lain yang dapat kita jadikan sebagai pembelajaran. Semoga dengan menjalani Ramadhan jauh dari keluarga membuat kita lebih bermawas diri serta meneguhkan hati kita untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, amin ya rabbal alamin.

Sumber :
http://kisahmuslim.com/4262-motivasi-merantau-dari-imam-asy-syafii.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *