ArtikelOpiniWomen Days

“Berhijab: Kebangkitan Muslimah dalam Ketaatan”

Oleh: Hanifa Husnun (Vice Project Officer Women Days UI 2016)

Di tengah masalah politik dan pertentangan agama di negaranya, ialah Ibtihaj Muhammad, seorang atlet muslimah pertama yang bergabung dalam tim olimpiade Amerika Serikat dalam Olimpiade Rio 2016. Ialah Ibtihaj Muhammad, muslimah yang berharap dapat membawa kebanggaan bagi negara dan agamanya. Tampil dengan keteguhan dan keberaniannya sebagai duta wanita muslim Amerika dengan membawa pesan cinta bahwa setiap wanita di seluruh dunia mampu menjadi apapun sesuai dengan apa yang mereka inginkan. “Tidak ada batasan untuk mendapatkan keberhasilan”, ucapnya. Hal itu telah lebih dulu ia buktikan dengan prestasinya dalam Olimpiade Rio 2016. Ia bersama tim berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Amerika Serikat dari cabang olahraga anggar. Tentu bukan hal yang mudah baginya untuk bangkit dari stereotip tentang wanita muslim di negaranya. Ia memilih tetap teguh menaati kewajiban di tengah-tengah terbatasnya dukungan.

Masih banyak lagi “Ibtihaj” lain yang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslimah. Noor Tagouri, seorang wartawan dan aktivis politik dan HAM wanita. Ia aktif menggelar diskusi sosial di media sosialnya sebagai upaya untuk memecahkan stereotip normatif dan mengajak banyak orang untuk memerangi ketidakadilan budaya, termasuk tantangan yang dihadapi perempuan di skala global. Selain itu, Dalia Mogahed, seorang wanita berhijab pertama yang berada di Gedung Putih. Tahun 2009, Dalia dipercaya menjadi bagian dari pemerintahan Obama dalam badan Kantor Kemitraan Keagamaan. Ia memiliki tugas yang luar biasa, yaitu meningkatkan persepsi Amerika Serikat terhadap muslim.

Ketika di antara kita, muslimah di negara mayoritas muslim, menganggap bahwa wanita berhijab hanya memiliki tempat di masjid-masjid, tidak untuk melakukan perubahan yang besar, tidak untuk turun ke masyarakat sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Bahwa sebagian dari kita masih menganggap bahwa hijab hanya menjadi batas yang nyata untuk meraih prestasi, maka Ibtihaj Muhammad, Noor Tagouri, Dalia Mogahed, dan muslimah-muslimah berprestasi lainnya menjadi cerminan dan teladan muslimah yang taat serta mampu membuktikan kebangkitan dirinya dengan berhijab. Mungkin sekarang, bagiku, tidak terlihatnya jalan bukan berarti tidak ada jalan. Tidak mendapat banyak dukungan, bukan berarti berhijab adalah sebuah keterbatasan.

Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Q.S. Al Ahzab: 59]

Karena Allah, Dia-lah yang menjadikan hijab sebagai penjagaan, bukan pembatasan.

Wallahu a’lamu bi ash-shawab.

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *