KOPI Ramadhan

“Al Qur’an, Hidangan Utama Bulan Ramadhan”

Oleh Muhammad Ismail (Ketua Salam UI 21)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada bulan Ramadhan, umat muslim disunnahkan untuk memperbanyak membaca Al Qur’an dan mengkhatamkannya. Membaca al Qur’an menjadi suatu keutamaan pada bulan Ramadhan karena ia diturunkan pada bulan yang penuh keberkahan ini. Selain itu, dengan membaca al Qur’an akan banyak kebaikan yang kita dapatkan.

Rasulullah saw bersabda, “Al Quran ini adalah hidangan Allah, maka terimalah hidangan ini sesuai kemampuan kalian. Al Qur’an ini adalah tali Allah, cahaya yang terang, obat yang bermanfaat. Terpeliharalah orang yang berpegang teguh dengannya, dan keselamatanlah bagi yang mengikutinya. Jika akan menyimpang, maka diturunkan, tidak terputus keajaibannya, tidak lapuk karena banyak diulang. Bacalah. karena Allah akan memberikan pahala bacaan kalian setiap huruf sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Al Hakim).

Kebiasaan membaca al Qur’an dalam bulan Ramadhan juga sudah dicontohkan imam besar pada zaman dahulu. Ialah Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i rahimahullah yang kita kenal dengan Imam Syafi’i, salah satu ulama madzhab terkemuka. Disebutkan oleh muridnya, Ar-Rabi’ bin Sulaiman,

كَانَ الشَّافِعِيُّ يَخْتِمُ القُرْآنَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ سِتِّيْنَ خَتْمَةً

“Imam Syafi’i biasa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali.” Ditambahkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa khataman tersebut dilakukan dalam shalat. (Siyar A’lam An-Nubala’, 10: 36). Bayangkan, Imam Syafi’i berarti mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sehari sebanyak dua kali. Subhanallah..
Bahkan,Imam Abu Hanifah juga melakukan hal yang sama, yakni mengkhatamkan Al Qur’an 2 kali dalam sehari.

Lain lagi dengan Imam Malik. Ibnu Abdul Hakam berkisah tentang Imam Malik. ia berkata “Apabila masuk Ramadhan, biasanya Imam Malik meninggalkan membaca hadits dan majelis-majelis ilmu untuk mengkhususkan diri membaca Al Qur’an dengan melihat mushaf. Katanya “Ini bulan Al Quran, tidak pantas ada perkataan yang menyibukkan dari Al Quran.”

Hal yang sama juga dilakukan oleh Imam Ahmad. Apabila memasuki bulan Ramadhan, ia menutup majelis fatwanya dan duduk di masjid untuk berdzikir dan membaca Al Quran.

Dengan sikap yang sudah dicontohkan para tabi’in di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak akan pernah lenyap kemuliaan dan kelezatan al Qur’an meskipun sering diulang-ulang membaca dan mentadaburinya. Meskipun kita membacanya setiap hari, siang, dan malam, tidak akan hilang rasa nikmat dan lezatnya membaca Al-Quran dan mentadaburi isinya.

Lalu, sudah sampai mana semangat kita dalam membaca al Qur’an pada hari pertama bulan Ramadhan ini? Sudahkah menyusun capaian khusus kita untuk semakin dekat dengan Al Qur’an?

Sumber:
https://www.islampos.com/imam-syafii-khattam-quran-60-kali-setiap-ramadhan-27514/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *