“Petikan Kisah dari Fatimah binti Al-Khattab”

(Oleh: Intan M. N. – Serambi F. Hukum UI )

 

Kisah muslimah yang satu ini tak akan jauh dari perjalanan keislaman seorang \seorang sahabat Rasulullah SAW yang juga merupakan khalifah kedua  pengganti Nabi setelah Abu Bakar As-Shidiq, yaitu Umar bin Khattab. Memiliki nama yang serupa dengan Umar, Fatimah binti Al-Khattab tak lain adalah adik kandung dari pria yang dijuluki singa padang pasir pada zamannya. Layaknya buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya, Fatimah dalam beberapa kisah digambarkan sebagai sosok muslimah yang berperangai tegas seperti halnya Umar.

Istimewanya Fatimah adalah ia salah seorang wanita angkatan pertama yang mengakui Rasulullah sebagai nabi utusan Allah SWT, serta menerima ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad dan memutuskan untuk menjadi muslim. Bersama dengan suaminya, Sa’ad bin Zaid, mereka dengan giat memperdalam agama Islam walau dengan kondisi sembunyi-sembunyi. Terutama dari sang Kakak, Umar bin Khattab, yang pada awalnya amat keras membela agama tradisional bangsanya yang menyembah berhala. Namun, melalui perantara Fatimah pulalah Islam masuk dan diterima menjadi agama yang diyakini oleh Umar di kemudian hari.

Suatu hari di tengah perjalanan ketika Umar bin Khattab pergi hendak menghunus pedangnya untuk membunuh Rasulullah, bertemulah ia dengan seorang laki-laki dari golongan Bani Zahrah. Singkat cerita, mengetahui niatan buruk sang singa padang pasir pada Nabi Muhammad, lelaki tersebut memberitahukan berita keislaman sang Adik, Fatimah binti Al-Khattab, guna melindungi Muhammad SAW. Umar yang terkejut menjadi lupa akan niatnya untuk membunuh Rasulullah dan malah mendatangi rumah adik perempuan yang dikasihinya untuk memastikan kebenaran akan kabar yang baru ia dapat.

Sesampainya di rumah Fatimah, sedang diadakan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Khabab bin Al-Arat. Mengetahui kedatangan Umar, Khabab langsung bersembunyi dan lembaran suci Al-Qur’an pun segera disembunyikan dengan baik oleh Fatimah dan Sa’ad seolah sebelumnya tidak pernah dilantunkan kalam Allah. Umar yang sudah curiga menanyakan suara yang didengarnya dari luar pintu.

Dijawablah oleh Fatimah dan suaminya dengan sebuah tanya, ”Ya Umar, adakah engkau mendengar sesuatu?” Umar pun menjawab, ”Demi Tuhan, aku telah mendengar kabar bahwa kamu berdua telah mengikuti agama Muhammad.” Kemudian Umar memukul Sa’ad, adik iparnya. Fatimah yang tak terima suaminya diperlakukan kasar oleh sang Kakak, segera berdiri menghalangi dan berimbas terkenanya pukulan Umar pada dirinya. Berteteskan darah pada muka, Fatimah dan Sa’ad tak gentar dengan amukan Umar. Dengan lantang sepasang suami istri tersebut menyampaikan pernyataan di hadapan Umar bahwa mereka telah masuk Islam serta beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Tak segan, kepada Umar pun keduanya mempersilakan untuk berbuat apa saja terhadap diri mereka.

Umar, sebagai seorang Kakak, tertegun melihat sikap saudari dan iparnya. Berkatalah ia kepada mereka, ”Berikan kepadaku lembaran yang kalian baca tadi, agar aku dapat melihat apa yang dibawa Muhammad.” Kemudian Fatimah menjawab, Kami takut engkau berbuat kasar terhadapnya.” Lalu Umar berkata, ”Jangan takut. Aku tidak akan berbuat sesuatu.” Umar pun kembali bersumpah dengan menyebut nama-nama berhala, bahwa ia akan mengembalikan tulisan tersebut setelah dibacanya.

Setelah membersihkan diri dengan mandi, Fatimah memberikan lembar ayat Al-Qur’an kepada Umar. Pada akhirnya, Umar pun tercengang dengan apa yang tertulis di hadapannya dan telah ia baca. Surat Thaha ayat 1-8.

Umar berkata, ”Alangkah indah dan mulianya kalam ini.” Mendengar komentar Umar yang positif, Khabab segera keluar dari persembunyiaannya. Ia berkata, ”Ya Umar, demi Allah sungguh aku sangat mengharapkan engkau menjadi orang yang diistiwamakan Allah lantaran doa Rasulullah. Sebab kemarin aku telah mendengar beliau berdoa; ”Allahumma Ayyidil Islama Bi Abil Hakam Ibni Hisyam Au Bi Umar Ibnil Khattab; (Ya Allah perkuatlah Islam dengan Abil Hakam Bin Hisyam (Abu Jahal) atau Dengan Umar Bin Khathab.” Karena itu, bertakwalah kamu kepada Allah, wahai Umar.” Lalu Umar menjawab: ”Wahai Khabab tunjukkanlah kepadaku di mana Muhammad berada. Aku akan masuk Islam.”

Begitulah, Fatimah binti Al-Khattab dengan segala keberaniannya membawa sang Kakak untuk masuk Islam. Di mana dengan kehadiran Umar bin Khattab sebagai pengikut nabi Muhammad menjadikan Islam semakin kuat.

Semoga kita sebagai muslimah akhir zaman dapat teguh memegang iman kita layaknya Fatimah binti Al-Khattab, serta selalu bersemangat untuk mempelajari ayat suci Al-Qur’an sebagai wahyu yang telah diturunkan oleh Allah. Aamiin.

 

Referensi:

Sirah Nabawiyyah For Kid: Muhammad Sang Teladan (Chapter : Islamnya Umar bin Khattab)

Wanita yang Dirindui di Surga (Chapter: Keberanian Fatimah binti Al Khattab)

Kisah Fatimah binti Al Khattab. https://www.dunianabi.com/kisah-fatimah-binti-al-khattab-ra

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *