Tafsir Surat Al-Falaq

 

  1. قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

 

Al-Falaq (fajar) berarti waktu subuh sebab malam sudah terkelupas darinya. Ada juga yang berpendapat bahwa arti dari al-falaq adalah segala yang terkelupas dari semua yang diciptakan oleh Allah SWT, baik itu binatang, tumbuhan, dan waktu subuh. Pendapat lain mengatakan terdapat isyarat bahwa Rabb yang kuasa untuk menghilangkan kegelapan yang pekat dari alam ini, pastilah Dia mampu melindungi orang yang meminta perlindungan dari segala yang dia takuti dan khawatirkan.

Diriwatkan oleh at-Tirmidzi, dan menurutnya ia hasan, dia mencerintakan:”Rasulullah ﷺ biasa memohon perlindungan dari (kejahatan) mata jindan dari (kejahatan) mata manusia. Sesudah turunnyadua surah mu’awwiddzatain ini, beliau pun berpegang pada keduanyadan meninggalkan yang lainnya.”.

Diriwatkan oleh imam Malik dalam kita al-Muwaththa’, dari Aisyah binti Abu Bakar RA:”Jika Rasulullah ﷺ merasa sakit, beliau membacakan pada dirinya mu’awwiddzatain dan mengembuskan (ludahnya). Ketika rasa sakitnya semakin parah, aku segera membacakan (ruqyah) untuk beliau, lantas mengusapkannya dengan tangan beliau ke tubuhnya karena mengharapkan berkahnya.

  1. مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

dari kejahatan makhluk-Nya,

 

Maknanya, aku berlindung kepada Allah dari kejahatan segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Dia (Allah) dari semua makhluknya.

  1. وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

 

Yakni, aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan malam jika telah tiba. Mereka menerangkan: yaitu sebab pada malam itu, binatang buas keluar dari persembunyiannya, ular berbisa keluar dari liangnya, serta para pelaku kejahatan melancarkan aksi dan perusakan.

Ada yang berpendapat bahwa al-ghasiq berarti bulan jika telah terbit.

  1. وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَدِ

dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

Yang dimaksud dengannya ialah aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan wanita penyihir. Yang demikian lantaran mereka suka menghembuskan napas pada buhul-buhul ketika melancarkan sihirnya.

  1. وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.

Berarti seseorang yang menginginkan hilangnya nikmat yan dikaruniakan Allah SWT dari orang yang dijadikan sasaran hasad (dengki).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *