Kronologi Pelarangan Aktivitas Peribadatan di Al Aqsa

Belum lama ini, umat Islam digemparkan dengan serangkaian konflik yang terjadi di sekitar Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Setelah beberapa dekade, Masjid Al-Aqsa kembali ditutup oleh otoritas Israel. Sebagai tanggapan atas penutupan dan pelarangan aktivitas peribadatan di Masjid  Al-Aqsa, Departemen  Salam  International  Center  Salam  UI 20  merangkum  dari berbagai informasi kronologi konflik yang terjadi di sekitar Masjid Al-Aqsa sejak 14 Juli 2017 lalu.

Jum’at, 14 Juli 2017, Terjadi sebuah peristiwa pembekukan oleh kepolisian Israel terhadap tiga orang pemuda Palestina.  Hal ini dilakukan karena kepolisian  Israel  mencurigai tiga pemuda tersebut membawa senjata ke dalam Masjid Al-Aqsa. Guna melakukan perlawanan atas pembekukan yang dilakukan oleh kepolisian Israel, salah satu dari tiga pemuda Palestina tersebut berhasil melarikan diri dan melakukan perlawanan sehingga dua orang polisi Israel terbunuh. Sebagai respon atas perlawanan tersebut, pihak kepolisian Israel menembak mati dua orang lainnya yang tidak berhasil melarikan diri, disusul oleh penembakan terhadap satu pemuda yang melakukan perlawanan. Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri dilansir dari situs resmi Hamas, mengatakan penyerangan  yang dilakukan oleh  beberapa pemuda Palestina terhadap pihak kepolisian Israel tersebut sebagai ‘natural response’ terhadap terror Israel yang berkelanjutan. Setelah insiden tersebut, pihak kepolisian Israel menutup Masjid Al-Aqsa dan melarang umat Islam untuk melaksanakan ibadah solat Jum’at dan solat wajib lima waktu karena dikhawatirkan insiden yang terjadi menimbulkan kericuhan dari massa yang lebih banyak. Ibadah Shalat Jum’at dilaksanakan di luar Masjid Al-Aqsa dibawah pengawalan kepolisian Israel. Sebagai respon dari larangan yang diberikan oleh pihak kepolisian Israel, mantan Mufti Jerusalem dan Imam Al Aqsa Ikrima Sabri mengeluarkan himbauan bagi umat muslim agar tidak mengindahkan larangan tersebut. Setelah kejadian tersebut, otoritas keagamaan Masjid Al Aqsa, yaitu Sheikh Mohammad Ahmed Hussein, ditangkap dan ditahan oleh kepolisian Israel dari area Bab Al-Asbat.

Sabtu, 15 Juli 2017, Mantan Mufti Jerussalem Ikrima Sabri menyatakan, bahwa penutupan kawasan Masjid Al Aqsa merupakan sebuah  ‘Hukuman Kolektif’  yang berdampak pada aktifitas keagamaan di kawasan tersebut.  Ia menolak keputusan  Israel menutup kawasan tersebut, dan menyerukan untuk melakukan perlawanan. Ia mengatakan bahwa terakhir kali kawasan tersebut ditutup adalah ketika perang enam hari pada tahun 1967. Pengganti Sabri, Syaikh Muhammed Ahmed Hussein memprotes tindakan yang dilakukan oleh otoritas Israel yang menutup kawasan Mesjid Al Aqsa setelah kejadian berdarah pada hari Jum’at 14 Juli 2017 lalu.

Minggu, 16 Juli 2017, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyatakan pencabutan pelarangan memasuki komplek Masjid Al Aqsa akan dilakukan pada hari Minggu, setelah dua hari sebelumnya terjadi insiden yang menyebabkan kawasan tersebut ditutup. Pencabutan pelarangan didasari oleh ketersediaan akses bagi pengunjung, turis, maupun peziarah. Pada hari yang sama, para pemuka agama dan tokoh politik Palestina mengecam tindakan penutupan kawasan masjid, dan menyerukan untuk mengakhiri pembatasan bagi kegiatan keagamaan.

Senin, 17 Juli 2017, Warga Palestina melakukan aksi protes pada malam hari atas tindakan keamanan Israel tentang pelarangan aktifitas di Al-Aqsa. Hal ini merupakan respon atas pemasangan gerbang metal detector pada pintu masuk ke Al Aqsa. Dalam aksi protes tersebut,14 orang muslim terluka dan satu orang dikabarkan dalam kondisi kritis menurut pernyatan Palestinian Red Crescent, termasuk Sheikh Ikrima Sabri Dua orang petugas kepolisian Israel dikabarkan terluka dalam aksi tersebut. Aksi protes ini juga bertujuan untuk menjaga status quo setelah kejadian berdarah jumat lalu. Berdasarkan status quo, umat Islam diberikan kontrol dalam melakukan aktivitas peribadatan, sedangkan Yahudi tidak diperkenankan untuk beribadah, namun diizinkan untuk berkunjung.

Selasa, 18 Juli 2017, Aksi perlawanan dan demonstrasi semakin memanas setelah Israel berusaha memperketat akses masuk ke kawasan Al Aqsa. Otoritas Fatah meminta warga Palestina untuk memboikot masjid suci atas tindakan pengamanan yang dikhawatirkan akan menjadi tindakan pengambilalihan.

Rabu, 19 Juli 2017, Terjadi bentrokan warga Palestina dengan pasukan keamanan Israel di luar al-Aqsa. Ketegangan meningkat di Yerusalem Timur yang diduduki setelah Israel menerapkan langkah-langkah  keamanan baru di  kompleks al-Aqsa.  Bentrokan ini terjadi setelah Hamas dan beberapa pemimpin Palestina mendeklarasikan ‘Day of Rage’ atau ‘Hari Kemarahan’ sebagai bentuk protes atas langkah-langkah keamanan  yang diterapkan oleh otoritas Israel.

Jum’at, 21 Juli 2017, Tiga penduduk Palestina gugur dan lebih dari 300 orang terluka setelah bentrokan terjadi di wilayah Tepi Barat. Bentrokan ini diduga terjadi karena ribuan umat Islam Palestina menolak melewati metal detectors yang kontroversial. Lebih dari 25 orang ditahan oleh pihak kepolisian Israel dalam aksi ini. Setelah bentrokan terjadi, Presiden Mahmoud Abbas mengumumkan  bahwa otoritas  Palestina  akan  membekukan  dan  memutus  kontak dengan Israel sebagai bentuk protes terhadap aturan keamanan Israel yang dianggap semakin mengkhawatirkan. Hal ini akan dilakukan hingga Israel membatalkan tindakannya di Masjid Al-Aqsa dan mempertahankan status quo.

Reaksi Internasional

Ketegangan antara Palestina dengan Israel pasca 14 Juli lalu menarik simpati masyarakat internasional. Beberapa negara dan organisasi internasional memberikan tanggapan dan mendorong proses restorasi status quo.

Turki. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan dukungannya terhadap perlawanan penduduk Palestina terhadap otoritas Israel dan menghimbau umat Islam untuk mengunjungi Al  Aqsa sebagai  usaha  untuk  melindungi  tanah  suci  umat  Islam.  Ia  mengatakan  bahwa perlindungan terhadap Al Quds (Jerusalem) dan Masjid Al Aqsa adalah penting bagi seluruh umat Islam di dunia.

Lebanon. Dalam pernyataan yang dilansir oleh media Lebanon, Presiden Lebanon Michel Aoun mengutuk tindakan penutupan Masjid Al Aqsa.

Amerika. Dalam pernyataan yang dirilis oleh situs White House pada Sabtu, 15 Juli 2017 lalu, pemerintah Amerika menyebut kejadian tersebut sebagai aksi brutal terroris terhadap kepolisian Israel dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dalam pernyataan lain yang dirilis pada Rabu, 19 Juli 2017 lalu, Amerika menyatakan sangat memperhatikan ketegangan yang terjadi di tanah suci tiga agama tersebut, dan meminta Pemerintah Israel dan Kerajaan Jordania untuk menciptakan usaha-usaha yang dapat mengurangi ketegangan dan menemukan solusi yang menjamin keamanan publik dan status quo.

Yordania. Menteri Luar Negeri Ayman al-Safadi menyatakan kepada Perwakilan Tinggi Uni Eropa Federica Mogherini bahwa Yordania akan berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan ketenangan dan mengakhiri krisis, berdasarkan prinsip keamanan dan stabilitas. Ia juga menggarisbawahi pentingnya masyarakat internasional untuk mencegah ketegangan lebih lanjut.

Mesir. Melalui pernyaataan resminya, Menteri Luar Negeri Mesir memberikan peringatan mengenai dampak eskalasi di Masjid Al-Aqsa. Dalam pernyataannya, ia meminta Israel untuk menghentikan kekerasan terhadap orang-orang Palestina dan tempat-tempat suci, serta menghormati kebebasan kegiatan peribadatan umat Islam Palestina. Ia juga meminta Israel untuk tidak mengambil langkah yang dapat memicu konflik dan mengurangi kemungkinan- kemungkinan tercapainya perdamaian.

Saudi Arabia. Dewan Menteri Saudi Arabia mengajak masyarakat internasional untuk memberikan dukungan demi menghentikan praktik yang melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Uni Eropa. Melalui Maja Kocijancic, juru bicara Perwakilan Tinggi Uni Eropa Federica Mogherini, Uni Eropa menyuarakan kepada Pemerintah Israel dan Kerajaan Yordania untuk bekerja sama dan melakukan semua upaya untuk menemukan solusi yang menjamin kemanan bagi semua orang, menghormati kesucian situs suci ini, dan mempertahankan status quo.

Indonesia. Melalui pernyataan yang dirilis situs resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Kamis,  20 Juli lalu,  Indonesia  menyatakan prihatin sekaligus mengecam langkah aparat keamanan Israel yang membatasi aksek ke Masjid Al-Aqsa karena tidak sesuai dengan hak umat Islam untuk bebas melakukan ibadah. Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo agar Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock sebagai tempat suci dapat diakses oleh seluruh umat Islam. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga telah menghubungi Menteri Luar Negeri Nasser Judeh untuk membahas situasi terkini di Masjid Al-Aqsa dan menyampaikan agar negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) di kawasan tersebut mengupayakan agar Israel mengembalikan situasi di Masjid Al-Aqsa.

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Daftar Referensi:

http://www.aljazeera.com/news/2017/07/israel-calls-friday-prayers-al-aqsa-mosque-170714162537293.html
http://hamas.ps/en/post/863/abu-zuhri-jerusalem-s-resistance-attack-is-a-natural-response-to-israeli-terror
http://www.aljazeera.com/indepth/features/2017/07/tensions-mount-al-aqsa-remains-closed-170715072831311.html
http://www.aljazeera.com/news/2017/07/palestinians-set-day-rage-al-aqsa-control-170719114126637.html
http://www.aljazeera.com/news/2017/07/mufti-al-aqsa-closure-collective-punishment-170715102954408.html
http://www.aljazeera.com/news/2017/07/fresh-rallies-planned-israel-weighs-al-aqsa-security-170720082947741.html
http://www.aljazeera.com/news/2017/07/fresh-rallies-planned-israel-weighs-al-aqsa-security-170720082947741.html
https://www.haaretz.com/wwwMobileSite/israel-news/1.802141
www.haaretz.com/israel-news/1.802393
www.aljazeera.com/news/2017/07/fresh-rallies-planned-israel-weighs-al-aqsa-security-170720082947741.html
http://m.jpost.com/Opinion/July-14-2017-Misplaced-sympathy-499640
http://m.jpost.com/Israel-News/BREAKING-Stabbing-attack-at-Lions-Gate-Jerusalem-499691
http://m.jpost.com/Arab-Israeli-Conflict/Israel-police-closures-around-Jerusalems-Old-City-aim-to-ease-tensions-499735
http://www.haaretz.com/israel-news/1.802079
http://www.haaretz.com/israel-news/1.802393
http://www.aljazeera.com/news/2017/07/protest-calls-grow-israel-grip-al-aqsa-tightens-170718093229422.html
http://www.aljazeera.com/news/2017/07/world-reacts-israel-palestinian-fallout-al-aqsa-170721042743627.html
https://www.dailysabah.com/diplomacy/2017/05/08/erdogan-urges-muslims-to-visit-al-aqsa-to-protect-the-mosques-islamic-identity
http://www.haaretz.com/middle-east-news/turkey/1.788018
http://www.dailystar.com.lb/News/Lebanon-News/2017/Jul-15/412878-president-michel-aoun-condemned-the-closure-of-jerusalems-al-aqsa-mosque.ashx
https://www.whitehouse.gov/the-press-office/2017/07/15/statement-press-secretary-terror- attack-jerusalem
http://www.timesofisrael.com/rioters-clash-with-police-around-jerusalem-over-temple-mount-metal-detectors/
https://www.whitehouse.gov/the-press-office/2017/07/19/statement-press-secretary-temple-mountharam-al-sharif
http://www.haaretz.com/israel-news/LIVE-1.802668
http://www.latimes.com/world/middleeast/la-fg-israelis-palestinians-clash-20170721-story.html
http://www.aljazeera.com/news/2017/07/cloneofal-aqsa-palestinian-killed-jerusalem-prot-170721194023575.html
http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Indonesia-Kecam-Perkembangan-Situasi-di-Kompleks-Al-Aqsa.aspx
http://nasional.kompas.com/read/2017/07/20/14091851/menlu-ri-telepon-menlu-jordania- sampaikan-pernyataan-soal-al-aqsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *