“Dari Bulan Ramadhan kemudian Syawal”


Oleh: Muhammad Vikri (Project Officer Pelita Ramadhan Kampus 1438 H)

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu”alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bulan yang didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan baru saja meninggalkan kita, dimana dalam kehadirannya ditunggu oleh seluruh umat, terutama umat muslim dan kepergiannya ditangisi oleh seluruh umat, terutama umat muslim dari berbagai penjuru dunia. Setiap orang berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan untuk mengisi setiap harinya bahkan setiap jam, menit maupun detik dengan ibadah kepada Allah SWT didalam mencapai tingkatan Taqwa, dan mendapatkan senantiasa kemenangan yang hakiki. Bulan Ramadhan akan berpindah pada bulan syawal, seorang mukmin dihadapkan pada dua perasaan dalam satu waktu, yaitu disamping bergembira dalam menyambut hari kemenangan, yaitu dihadapkan pula pada kesedihan iman, yaitu khawatir keimanan yang menurun akibat tergerus oleh dosa-dosa, yang akan mampu mengendurkan ibadah yang telah dirangkai selama bulan Ramadhan, maka hari kemenangan dapat dimaknai dengan kembalinya kita ke fitri, yaitu menjadikan kita tidak hanya terbebas dari dosa, namun memiliki aqidah

yang lurus dan mencapai tingkat Taqwa.
Ketika masuk pada 1 syawal, dimana pada Bulan Ramadhan kita dididik dan dilatih dalam mencapai ketaqwaan kepada Allah SWT, namun terdapat kemenangan sebenarnya yaitu ketika kebaikan yang dilakukan pada Bulan Ramadhan dirawat kemudian dijaga sehingga tumbuh subur dan menancap kuat didalam diri kita. Hal tersebut menunjukkan pendidikan dan pelatihan selama di Bulan Ramadhan telah berhasil. Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik perbuatan adalah sesuatu yang berkelanjutan mudawamah walapun tidak terlalu banyak.” Semoga senantiasa Allah SWT menguatkan dan mengistiqamahkan kita.

Dalam mendapatkan kemenangan yang sesungguhnya pasca Ramadhan. Allah swt dalam surah An Nashr mengingatkan, bahwa kemenangan tidak pantas disambut dengan nafsu juga tawa, kemenangan harus disambut dengan tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar, yaitu dimulai dari diri sendiri yaitu dengan azzam (tekad) yang kuat didalam diri untuk senantiasa istiqamah didalam menjalankan segala amal ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan dan senantiasa diiringi dengan kesabaran, yaitu dalam bagaimanapun kondisi kita, misalnya didalam kesulitan ekonomi, kesulitan akademik, sakit, maupun permasalahan kehidupan lainnya, dimana sebagian besar orang disebabkan oleh ujian tersebut menjadikan dirinya berguguran atau bahkan mundur dalam berbuat kebaikan, justru didalam kondisi itulah kita untuk senantiasa untuk bersabar dalam menjaga keistiqamahan didalam berbuat kebajikan kepada Allah SWT, dan semoga senanitasa Allah SWT menaikkan derajat kita.

Bulan Ramadhan telah meninggalkan kita dan membawa pada bulan Syawal, Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh.” Hal tersebut menunjukkan harus terdapatnya ibadah yang berkesinambungan (Kontinu), kemudian ditambah dengan ibadah lainnya, diantaranya yaitu puasa senin kamis, ayyamul bidh (Rasulullah SAW bersabda : Puasa tiga hari setiap bulan, nilainya sama dengan puasa selama sepanjang tahun (HR. Bukhari, no.1979 dan Muslim no.1159) , Shalat Sunnah Rawatib, Qiyamul Lail, tilawatil Quran, membayar zakat, kemudian infaq dan sedekah, dan juga memperbanyak silaturahim dalam meningkatkan ukhuwah. Selain untuk menambal kekurangan ibadah kita, perbuatan atau amalan tersebut dapat pula menjadi bahan bakar untuk senantiasa istiqamah dalam beribadah. Masuknya bulan syawal maka dibutuhkan perlakuan khusus dan perlu untuk ditingkatkan didalam menjaganya, karena dapat dikatakan bahwa bulan setelah Ramadhan merupakan ajang pembuktian terhadap pendidikan selama dibulan Ramadhan yang telah lalu.

Maka dengan masuknya pada bulan Syawal mari kita membuka hati yang jernih dan fikiran yang bersih serta meninggalkan semua larangan Allah SWT dan senantiasa istiqamah dalam menjalankan amal ibadah yang telah dirajut ketika Ramadhan pada bulan – bulan berikutnya, dan senantiasa juga menjaga ukhuwah antar sesama, karena itulah kemenangan hakiki atau kemenagan dengan sebenar – benarnya kemenangan. Selamat hari raya idul Fitri, Taqaballahu minna wa minkum, syiamana wa syiamakum, mohon maaf lahir dan bathin.

Wallahu a’lam bisshowab.

Wassalamu”alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *