“Berburu Lailatul Qadr”


Oleh: Ahmad Fauzy Habiby P. (Kepala Bidang Eksternal Sahabat Asrama UI 2017)

Bismillahirrahmanirrahim

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling dinanti oleh Umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Banyak orang berbondong – bondong memperbanyak ibadah dan menjadikan Bulan ini sebagai momen mendekatkan diri kepada Allah. Allah menjadikan Bulan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah dan penuh rahmat. Ada sebuah malam yang mana memiliki kemuliaan lebih besar dibandingkan malam – malam lainnya dalam setahun yakni malam Lailatul Qadr.

Allah SWT. berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ۝
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ۝

“Sesungguhnya kami menurunkan {Al – Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi, sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh Hikmah”(Q.S. Ad Dukhan: 3-4)

Pada ayat tersebut sudah dijelaskan bahwa ada suatu malam yang mana disana dijelaskan segala urusan yang penuh Hikmah, malam turunnya Al Qur’an. Malam ini lah yang kemudian disebut dengan malam Lailatul Qadr. Allah SWT. berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ۝

“Sesungguhnya kami telah menurunkan {Al – Qur’an) pada malam kemuliaan”(Q.S. Al Qadr: 1)

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ۝

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”(Q.S. Al Qadr: 3)

Bila kita hitung bahwa dalam sebulan ada 12 bulan, maka akan sama dengan 83 tahun! Terbayangkah kita akan hidup selama itu? Bahkan umur Rasulullah pun hanya 63 tahun, dan kebaikan tersebut dapat kita rasakan hanya dalam waktu satu malam! Maka dari itulah seharusnya berburu malam Lailatul Qadr merupakan sebuah agenda yang wajib kita laksanakan dibulan Ramadhan, karena kita pun tidak tahu, bisa jadi Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir kita.

Lalu bagaimanakah cara kita berburu malam Lailatul Qadr? Berikut adalah beberapa “Rahasia” agar kita mendapatkan malam Lailatul Qadr:

1. Menghidupkan 10 Malam terakhir bulan Ramadhan dengan keutamaan ibadah

10 malam ini merupakan rentang terjadinya malam Lailatul Qadr. Sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda: “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari). Mari kita mengikat diri pada malam – malam tersebut dengan ibadah – ibadah kita kepada Allah.

2. Mengincar Malam – malam ganjil

“Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Carilah oleh kalian Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari No. 1913). Makna dari hadist ini berarti incarlah malam Lailatul Qadr pada tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29 Ramadhan. Namun jangan jadikan hadist ini sebagai acuan utama dalam berburu malam Lailatul Qadr. Marilah kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa bersyukur dan memperbanyak ibadah demi mendekatkan diri kepada-Nya.

3. Beristirahat yang cukup di pagi hari

Tentunya kita tidak ingin bila Malam Iktikaf kita diganggu dengan rasa kantuk, maka dari itu perlu bagi kita untuk mempersiapkan kondisi kebugaran tubuh agar dapat fit dan segar di malam harinya.

4. Berbuka dengan makan yang cukup

Rasa kenyang meningkatkan kadar gula darah sehingga memunculkan rasa kantuk (Gabe Mirkin, M.D.). Baiknya kita mengikuti perkataan Imam Asy-Syafi’i “Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah”

Sungguh malam Lailatul Qadr merupakan sebuah kemenangan yang haqiqi bagi umat-Nya yang dekat pada-Nya. Malam Lailatul Qadr merupakan sebuah rahmat yang Allah janjikan kepada umat-Nya sebagai bentuk rasa Kasih Sayang-Nya kepada hamba – hambaNya. Semoga kita ditakdirkan oleh Allah lmenjadi salah satu barisan umat-Nya yang tahun ini mendapatkan keberkahan dari Malam Lailatul Qadr, Amiiin.

Dokumen dapat diunduh dibawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *