“Nuzulul Qur’an”


Oleh: Ahmad Haris (Ketua Departemen Qur’an Center Salam UI 20)

Bismillahirrahmanirrahim

Menjelang umur empat puluh tahun, Nabi Muhammad SAW sering melakukan sebuah uzlah (pengasingan untuk dirinya) di Gua Hira, yang terletak pada Jabal Nur. Hati Beliau tergerak untuk melakukan uzlah dikarenakan kondisi Bani Quraisy saat itu memiliki akhlaq yang rusak serta terjerumus dalam kesesatan. Mereka menyembah kepada berhala, sebagaimana kita ketahui perbuatan tersebut termasuk syirik. Allah mengatur proses uzlah agar memutuskan urusan dan kesibukan duniawi, goncangan kehidupan, serta ambisi-ambisi kecil duniawi pada diri beliau. Pada akhirnya proses uzlah merupakan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) beliau dan  bentuk persiapan diri beliau menghadapi urusan besar yang sudah menantinya sehingga siap mengemban amanah yang agung.

Dari buku Ar-Rahiq al-Makhtum karya syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, dia menuliskan, tatkala Muhammad SAW memasuki umur genap empat puluh tahun –yang merupakan puncak kematangan seseorang dan sebagian orang mengatakan di usia inilah para rasul diutus kepada umat-  tanda kenabian (nubuwwah) sudah tampak dalam dirinya. Saat pengasingan dirinya memasuki tahun ketiga, Allah Al-Mujib memperkenankan rahmatNya terlimpah keseluruh penjuru bumi. Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul, dengan wahyu pertama yang disampaikan oleh jibril pada malam hari tepat di bulan Ramadhan. Dan Allah berfirman :

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (Al-Baqarah 185) dan “Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (Al-Qodr 1).

Sebagai perantara antara umat manusia dengan Allah, Rasulullah SAW harus siap menyerap dan memahami kandungan dari Al-Quran. Skenario Allah dalam proses penyucian jiwa Rasulullah SAW yang sudah dilakukan, bahkan dari awal kelahiran, misalnya saat terjadi peristiwa pembelahan dada ketika tinggal bersama bani Sa’ad, serta penjagaan masa muda beliau hingga dewasa beliau dari kemaksiatan. Proses itu diatur oleh Allah sedemikian rupa hingga puncaknya adalah uzlah-nya beliau. Proses penyucian jiwa yang panjang ini menjadikan beliau sebagai manusia yang paling bertaqwa (muttaqin) diantra manusia yang lain sehingga beliau dan dapat memahami dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran, karena sesungguhnya Al-Quran itu adalah Hudallil Muttaqin, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, dan hanya orang dengan derajat taqwa yang mampu memahami seluruh petunjuk dan kandungan Al-Quran.

“Dia-lah yang Mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah.” (Jumu’ah 2)

Pada bulan Ramadhan, seorang muslim diminta untuk melakukan shaum untuk mengotrol hawa nafsu, dzikir dalam rangka mengingat Allah, dan I’tikaf menyendiri atau mengasing diri seperti Rasulullah SAW lakukan saat ber-uzlah, dan aktivitas-aktivitas yang bertujuan melakukan penyucian jiwa agar dapat meraih derajat taqwa. Sehingga pada akhirnya, kita juga mampu memahami beberapa bahkan insyaAllah seluruh petunjuk dan isi dari Al-Quran itu sendiri.

Sungguh bulan Ramadhan adalah bulannya Al-Quran, maka laksanakanlah seluruh hak-hak Al-Quran di bulan Ramadhan sembari melakukan aktivitas penyucian jiwa, karena tanpa adanya proses penyucian tersebut, maka manusia tidak mungkin mendapatkan petunjuk dari Al-Quran.

Aisyah RA berkata sekiranya, ”pada suatu hari, datanglah kebenaran kepadanya saat beliau berada di gua hira tersebut. Seorang malaikat dating meghampiri sembari berkata ‘Bacalah!’, beliau berkata ‘Aku tidak bisa membaca’, kemudian malaikat tersebut memegang dan merengkuh hingga beliau kehabisan tenaga, kemudian malaikat tersebut melepaskannya dan berkata lagi ‘Bacalah!’, lalu beliau berkata lagi ‘Aku tidak bisa membaca’, lalu malaikat tersebut merengkuh beliau lagi, dan kejadian ini berulang sampai tiga kali, hingga malaikat jibril berkata :

“Bacalah dengan menyebut nama Rabbmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmu lah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan qolam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-Alaq 1-5).

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *