“Puasa dan Kesehatan”


Oleh: Kevin Satya Gananda (Anggota Departemen Syiar Kreatif FSI BEM IKM FKUI 2017)

Tidak terasa, Bulan Ramadhan 1438 Hijriyah telah tiba. Rasanya, saya selalu menantikan datangnya satu bulan yang penuh dengan keberkahan ini. Semua yang berhubungan dengan Bulan Ramadhan, dari segala ibadah wajib, sunah-sunah, hingga kebudayaan yang berkembang di tempat saya tinggal, selalu saya nantikan juga kehadirannya dengan penuh suka cita. Tentu saja, ibadah wajib yang mencirikan Bulan Ramadhan adalah puasa. Allah tidak pernah memerintahkan sesuatu dengan tidak mengatasnamakan cinta-Nya kepada semua makhluk. Begitu pula dengan puasa yang di dalamnya terkandung banyak manfaat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (Q.S. Al-Baqarah: 183)

Berdasarkan ayat di atas, Allah bermaksud untuk meningkatkan takwa umatnya melalui puasa. Tidak hanya itu, puasa juga memiliki banyak manfaat lainnya, baik bagi kesehatan fisik maupun kehidupan bermasyarakat.

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“(pada) hari-hari yang tertentu. Barangsiapa yang sakit atau safar, maka mengganti di hari lain. Bagi orang yang mampu, maka ia membayar fidyah memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan (membayar kelebihan), maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 184)

Pada kesempatan ini, saya akan mencoba menyampaikan beberapa manfaat puasa, khususnya bagi kesehatan fisik dan mental.

1. Puasa menurunkan risiko penyakit jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh penduduk di seluruh dunia. Bahkan, kasus kematian akibat penyakit ini pun tidak sedikit. Lalu, bagaimana keterkaitan antara puasa dan risiko penyakit jantung? Penelitian observasiobal prospektif oleh Nematy M, et al. menjelaskan bahwa puasa mampu menurunkan risiko penyakit jantung. Sampel pada penelitian ini adalah mereka yang memiliki setidaknya satu faktor risiko penyakit jantung, termasuk riwayat penyakit jantung koroner, sindroma metabolik, atau penyakit pembuluh darah otak selama 10 tahun terakhir. Kemudian, pasien tersebut akan diminta menjalankan puasa secara penuh selama Bulan Ramadhan. Setelah berpuasa, penguji akan melakukan pemeriksaan tekanan darah, indeks massa tubuh, profil lipid, gula darah puasa dan insulin, homosistein, protein C reaktif, dan hitung darah lengkap. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah peningkatan kadar HDL, sel darah putih, dan trombosit, serta penurunan kolesterol plasma, trigliserid, LDL, VLDL, tekanan darah sistolik, indeks massa tubuh, homosistein, dan protein C reaktif. Semua komponen yang mengalami penurunan ini adalah yang berkaitan dengan faktor risiko linear terhadap penyakit jantung. Maka dari itu, puasa terbukti mampu menurunkan risiko seseorang untuk menderita penyakit jantung ke depannya.

2. Puasa meningkatkan kecerdasan emosional

Bagaimana bisa ya puasa berhubungan dengan kecerdasan emosional? Seperti yang kita ketahui bahwa puasa tidak hanya memerintahkan umat Muslim untuk menahan diri dari makan dan minum selama beberapa waktu tapi juga untuk mengendalikan emosi. Hal tersebut juga memang terbukti berhubungan, masyaAllah. Keterkaitan ini dibuktikan oleh penelitian dari Nikfarjam M, et al menggunakan studi kohort prospektif. Studi ini mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan seseorang dalam memahami emosi orang lain, bersimpati terhadap keadaan orang lain, dan mengendalikan emosi. Sejumlah siswa salah satu universitas di Iran dilibatkan sebagai sampel penelitian dengan membandingkan keadaan psikologis sebelum, selama, dan setelah berpuasa penuh selama bulan Ramadhan. Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa kecerdasan emosional ditemukan meningkat pada saat berpuasa. Tidak heran mengapa Allah memerintahkan untuk berpuasa karena ternyata ini memang terbukti untuk menumbuhkan kepekaan sosial umat Muslim.

3. Puasa membantu perbaikan pankres pada pasien diabetes

Diabetes merupakan salah satu permsalahan kesehatan di dunia yang hingga sekarang belum teratasi. Ternyata, puasa juga memiliki manfaat terhadap pasien diabetes. Hal ini didukung oleh pengkajian dari Cheng C, et al. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keadaan pankreas bagi tikus yang telah disuntikan senyawa untuk merusak pankreasnya (perlakuan 1) dan tikus dengan diabetes tipe 2 yang sudah memiliki gangguan pada pankreas (perlakuan 2). Kemudian, tikus-tikkus ini diperlakukan dengan pemberian makan hanya sebesar 50% daripada asupan normal hariannnya, diikuti dengan pemberian 10% kalori harian normal pada hari kedua hingga keempat. Pada akhir hari keempat, tikus-tikus ini diberikan makan secara reguler dengan porsi normal selama 10 hari untuk memastikan mereka mendapatkan berat badan kembali sebelum memasuki siklus puasa yang selanjutnya. Siklus ini dilakukan selama 10-16 minggu. Pada tikus dengan kedua perlakuan, siklus puasa ini mampu menurunkan inflamasi dan memicu perubahan kadar sitokin, yang mengindikasikan perbaikan pada sekresi insulin oleh pankreas. Aktivitas proliferasi dan jumlah sel beta yang menghasilkan insulin pada pankres juga ditemukan meningkat.

Ini baru sedikit saja manfaat dari puasa pada kesehatan. Lebih dari itu semua, niat puasa kita seharusnya untuk mendapatkan ridho dari Allah dan menunjukkan bukti taat kita kepada perintah-perintahnya. Tapi, dengan mengetahui berbagai manfaat puasa semoga dapat semakin menguatkan motivasi dan kekhusyukan kita dalam menjalankan ibadah puasa selama Bulan Ramadhan ini.

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *