“Seutas Cerita dari Jilid Ramadhanku”


Oleh: Andini Ika Saskia (Ketua Umum LD SYIFA FF UI 2017)

Jam menunjukkan pukul 18.02. Matahari pun sudah bersembunyi di ufuk barat sedari tadi.

Ah iya, ini Ramadhan. Teringat kalau bis kuning baru beroperasi lagi pukul 18.30. Setelah melihat kondisi baterai hp yang tinggal 1% dan kondisi keuangan yang sedang tidak bersahabat, ku urungkan niat untuk memesan ojek online ataupun ojek konvensional. Akhirnya aku memutuskan untuk berjalan kaki dari stasiun UI menuju asramaku yang terletak di Jalan Lenteng Agung. Cepat-cepat aku menyeberang jalan supaya tidak semakin gelap karena aku harus melewati UI wood yang sepi dan minim penerangan.

Aku sudah sampai di hampir setengah perjalananku, hingga seorang wanita dengan sepeda motornya berhenti sekitar 5 meter tepat di depanku. Dirinya menoleh berkali-kali ke arahku seperti menunggu diriku sejajar dengannya. Sepertinya dia ingin bertanya alamat ataupun arah. Aku sedikit mempercepat langkah.

Ketika terpaut 1 meter darinya, aku memperlambat langkah kaki dan menoleh ke arahnya dengan sedikit memberikan senyum (read: sudah siap ditanya).

“Misi, Mbak”, katanya. Lihat, benar apa kata ku bukan? Pasti mau bertanya alamat, gumamku dalam hati.

“Mbaknya mau ke mana?”, lanjutnya.

“Oh saya mau ke halte yang samping tangga penyeberangan Mbak”, jawabku kaku dan agak kaget.

Sekarang senyumku sepertinya sudah terlihat salting (salah tingkah) dan mungkin terlihat sangat aneh. Ku pikir mau bertanya alamat tapi kok malah ia bertanya aku mau kemana.

“Bareng saya aja yuk Mbak. Lumayan masih jauh, sendirian lagi.” Ku lihat sebuah senyuman yang tulus merekah dari wajahnya.

“Eh beneran Mbak? Gak apa?” responku terlalu cepat sambil menyadari bahwa senyumku makin salting.

“Iyaa, ayok naik.” katanya sambil memperbaiki posisi duduk, yang mengisyaratkan sudah siap berangkat. Aku tidak tahu harus membuat alasan apa untuk menolak tawarannya. Jadi ku putuskan untuk naik.

Alhamdulillah, gumamku dalam hati. Aku senyum-senyum sendiri, teringat akan sesuatu. Ah ada-ada saja cara Allah membalas kebaikan hamba-Nya.

“Di sini ya Mbak?” katanya sekaligus membuyarkan lamunanku.

“Iya Mbak, betul.” Aku turun dan memberikan ucapan terima kasih sambil sedikit membungkukkan badan.

Aku melewati tangga penyeberangan yang remang-remang dengan senyumanku yang belum ku akhiri. Pemandangan dari atas entah mengapa lebih indah daripada biasanya (sepertinya terlalu berlebihan, tapi ini serius hehe)

Aku termenung. Jika kebaikan kecil yang kita lakukan sekali saja Allah balas, tidak maukah kita hidup penuh dengan pertolongan Allah sebagai balasan dari kebaikan-kebaikan yang kita lakukan terus-menerus setiap hari? Bahkan sudah digambarkan pula dalam Al Qur’an tentang balasan dari setiap kebaikan yang kita lakukan.

Allah S.W.T berfirman :
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh (kebaikan), baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (Q.S An-Nahl : 97)”

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya”. (Al-Zalzalah : 7)

Berdasarkan kisah nyata di atas dan dikuatkan dengan ayat tersebut, terdapat ibrah yang dapat kita pelajari, yaitu untuk senantiasa melakukan kebaikan. Terkadang masih sulit bagi kita

untuk melakukan suatu kebaikan, sampai perlu dipikir berkali-kali dan terkadang muncul juga “pikiran nakal” dari dalam diri kita terkait keuntungan apa yang kita peroleh? Padahal, jelas jelas Allah SWT menyebutkan dalam firman-Nya, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, Allah akan memberikan balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang kita kerjakan. Apalagi, sekarang adalah bulan Ramadhan, dimana setiap amalan yang kita lakukan, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Oleh karena itu Sobat, masih ragu kah kita untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan?

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *