“Kuliner Khas Bulan Ramadhan”


Oleh: Sarah Anggraheni (Ketua Departemen Syiar Kreatif Nurani FKM UI 2017)

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan, keistimewaan, serta keutamaan yang tidak dimiliki bulan-bulan lain. Keberkahan tersebut misalnya puasa Ramadhan merupakan sebab terampuninya dosa dan berbagai kesalahan, seperti pada hadits:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari [38, 1901, 2014] dan Muslim [760])

Di bulan ini juga perbuatan baik kita akan diganjar dengan pelipatgandaan pahala, terbukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka, serta dibelenggunya syaitan-syaitan. Selain itu, pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam lailatul Qadar. Keberkahan bulan Ramadhan ini tidak hanya yang bersifat ukhrawi saja, namun terdapat juga banyak keberkahan duniawi, seperti keutamaan puasa sebagai perisai untuk tidak berkata kotor, memelihara perilaku dari nafsu dan perbuataan munkar. Puasa juga dapat mendidik manusia dalam kehidupan sosialnya, di mana kita dapat membiasakan diri untuk bersabar menghadapi berbagai kesulitan, serta membina akhlak mulia.

Dari aspek kesehatan, puasa terbukti memberi manfaat kesehatan terhadap tubuh di antaranya meningkatkan kinerja otak, menurunkan tekanan darah tinggi, kadar glukosa dan lemak, meningkatkan sistem imunitas, menjaga kesehatan jantung, detoksifikasi, melancarkan sistem pencernaan, menurunkan adrenalin, dan lain-lain. Bahkan di negara-negara maju, puasa dijadikan salah satu terapi (fasting therapy) untuk penyembuhan beberapa penyakit degeneratif. Meskipun demikian, jika dilihat dari kacamata gizi, puasa paling tidak akan mengurangi asupan zat gizi, terutama energi, sekitar 20-30%. Pada saat puasa pola makan akan berubah, lambung dibiarkan kosong selama sekitar 13 jam. Umumnya, tubuh memerlukan waktu 3-5 hari untuk beradaptasi dengan pola makan yang baru ini. Meski lambung kosong belasan jam, namun tubuh akan tetap memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas yang berasal dari cadangan energi berupa lemak yang tersimpan di bawah kulit, serta glikogen yang tersimpan di otot dan hati.

Agar tubuh kita tetap sehat dan keberkahan puasa di bulan Ramadhan dapat tercapai, kita perlu mengatur pola makan dengan tepat. Pada bulan Ramadhan, kita dapat dengan mudah menjumpai makanan yang khas yang biasanya jarang ditemukan di bulan lainnya. Beberapa kuliner khas tersebut diantaranya:

1. Kurma
Buah kurma berasal dari tanah timur tengah. Buah ini mempunyai banyak manfaat, seperti mengatasi anemia, menjaga gigi dan tulang agar tetap sehat, mencegah stroke, juga mencegah jantung koroner, menjaga kesehatan mata, melancarkan buang air, dan ternyata buah kurma mempunyai antioksidan yang cukup tinggi.
Bahkan Rasulullah saw berbuka puasa dengan kurma.
“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah)

2. Kolak
Minuman khas ramadhan yang selanjutnya adalah kolak. Isi dari minuman kolak ini bisa sangat bermacam-macam, tergantung selera. Biasanya isi yang umum adalah pisang, ubi jalar dan bisa di kombinasikan dengan roti, selanjutnya di beri kuah yang manis. Kolak memiliki manfaat dari kandungan gizi isinya, seperti pisang. Namun, yang harus diperhatikan adalah tidak berlebihan untuk santan dan gula, karena makanan yang berlemak tinggi atau terlalu manis tidak baik untuk tubuh.

3. Es Blewah
Salah satu minuman khas Ramadhan yang merupakan perpaduan antara air, es, blewah dan pemanis yang membuat minuman ini terasa segar dan manis. Tentunya minuman ini termasuk minuman yang sehat karena kandungan dari nutrisi, mineral kalium dan provitamin A yang ada di dalam buah blewah tersebut.

 

4. Es Pisang Ijo
Kuliner khas Ramadhan yang satu ini mempunyai rasa yang manis. Biasanya di buat dari pisang raja yang kemudian dibungkus adonan tepung terigu yang telah diberi bahan pewarna hijau seperti pandan. Dengan di campur kuah santan, sirup dan es serut membuat minuman khas Ramadhan ini semakin segar.

 

Beberapa kuliner di atas memang sering dapat dengan mudah kita temui di bulan Ramadhan. Namun demikian, yang terpenting adalah sebisa mungkin untuk makan dengan tidak berlebihan baik saat sahur maupun berbuka puasa. Pada saat sahur, dianjurkan untuk memakan karbohidrat kompleks (nasi, jagung, umbi) dan protein tinggi (susu, telur, ikan, daging merah, daging ayam, tahu atau tempe) serta makanan berserat (sayuran dan buahbuahan) sebagai penyedia energi jangka panjang. Hal yang tak kalah penting adalah hidrasi tubuh dengan air yang diminum tetap sekitar 8 gelas per hari. Kita dapat mensiasatinya dengan meminum 2 gelas pada saat berbuka, 4 gelas setelah shalat tarawih hingga menjelang tidur, 1 gelas saat bangun tidur untuk sahur, dan 1-2 gelas lagi setelah sahur menjelang imsak.

Selain menjaga pola makan, kita juga perlu mengendalikan hawa nafsu kita. Jangan sampai puasa kita sia-sia dan tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Kita harus menjaga lisan kita dari perkataan yang sia-sia dan dusta, serta menahan diri dan menjauhi maksiat. Ingatlah bahwa ada pahala Allah yang tak terhingga di balik puasa kita. Semoga Allah memberi kita petunjuk, ketakwaan, dan rasa kecukupan.

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *