“Kebersamaan di Bulan Penuh Berkah”


Oleh: Zaid Abdurrahman (Ketua LD MII 26 FMIPA UI)

Hari-hari terus berganti, hingga tak terasa kita telah melewati 7 hari di bulan Ramadhan,  bulan yang penuh berkah ini. Bulan yang didalamnya, diwajibkannya puasa, amalan ibadah kita di lipat gandakan, bulan diturunkannya Al-Quran, bulan terjadinya banyak penaklukan dan kemenangan dan juga bulan penuh kasih sayang. Tidak banyak orang yang mau melewatkan moment ini begitu saja, dan salah satu moment yang hanya ada di bulan ramadhan, yaitu buka puasa bersama atau yang lebih sering disebut “bukber”.

Bukber adalah moment dimana kita berkumpul bersama menunggu datangnya waktu berbuka puasa. Disaat-saat sore mejelang petang berkumpul untuk saling bercengkrama, melepas penat bahkan ada yang hanya sekedar ingin bertemu. Banyak hal yang bisa kita manfaatkan kala menjelang waktu maghrib dan disanalah ciri khas dari bukber, selalu ada alasan untuk kita berkumpul bersama. Maka tidak heran bukber menjadi kesibukan tersendiri dikala teman kuliah ngajak bukber, temen SMA juga gak ketinggalan, disusul temen SMP bahkan sampe temen SD pun masih ngajak bukber. Belum lagi nanti perkumpulan ini, komunitas itu dan masih banyak lagi yang pasti semua telah merasakan kekhasan dari moment bukber di bulan Ramadhan.

Tapi pernahkah kita merasa bosan dengan moment bukber ini? Tentu semoga tidak ada rasa bosan dalam merencanakan bukber dengan orang-orang disekeliling kita, teman-teman kita dan bahkan keluarga. Karena di moment bukber ini ada suatu anjuran dalam islam yang kita tidak boleh untuk memutusnya yaitu untuk selalu menyambung dan mempererat tali silaturahim. Sebagaimana tertera dalam Kalamullah : “Dan bertakwalah kepada Allah yang kalian saling meminta dengan nama-Nya dan sambunglah tali silaturahim.’ (QS. An-Nisa [4]:1) dan sabda Nabi Muhammad SAW “Sebarkanlah salam, sambunglah tali silaturahim, dan shalatlah ketika manusia tidur (tahajud) niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” Yang mana ganjarannya adalah surga dan meningkatnya ketaqwaan kita kepada Allah.

Dan suatu apresiasi bagi mereka yang mengikuti moment silaturahim ini dengan amal-amal kebaikan yang lainnya. Tidak jarang kita temui acara bukber sekaligus penggalangan dana, buka bersama yatim piatu dan dhuafa dan ada pula bukber sambil majlis ta’lim. Dan disinilah terletak suatu keberkahan yang hakiki yang perantaranya lewat silaturahim ini. Betapa tidak, ketika ajang silaturahim bisa sekaligus meringankan beban orang lain, ajang silaturahim bisa membuat anak yatim piatu dhuafa tersenyum bahagia dan ajang silaturahim bisa menambahkan ketaqwaan kita kepada Allah. Bukankah itu suatu kebaikan yang bercabang yang balasannya berlipat-lipat ganda? insyaAllah, Allah maha berkehendak atas segala sesuatu.

Mari mulai saat ini, kita refleksikan pribadi masing-masing supaya selalu tetap berada dalam lindungan Allah dan selalu dituntun berada di jalan-Nya. Betapa bukan hal yang tak mungkin mengiringi kebaikan dengan kebaikan. Moment bukber bukanlah moment yang harus dihindari, akan tetapi bijaklah dalam memilih, karena dibalik bukber ada hikmah yang tidak boleh kita abaikan dan juga banyak kebaikan-kebaikan yang bisa diiringi bersama dengan moment bukber dan selalu awali kebaikan dengan niat baik dan karena Allah dan juga selalu jalani dengan tuntunan Agama dan norma-norma yang berlaku agara selalu mendapat keberkahan dan manfaat yang maksimal baik di dunia maupun di akhirat kelak. Aaamin.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan melancarkan puasa kita di bulan Ramadhan ini. Wallahu a’lam.

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *