“Merawat Kebhinekaan di Pusgiwa”

Oleh: Rangga Kusumo (Ketua Majelis Syuro Salam UI 20)

Tema tulisan ini adalah kisah inspiratif Ramadan. Entah mengapa penulis langsung teringat satu momen manis yang terjadi di Pusgiwa pada puasa hari ke-3 Ramadan, 29 Mei 2017 yang lalu di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI. Ini antara Nuansa Islam Mahasiswa (Salam UI) dan teman-teman dari Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) UI.

Adalah teman-teman Salam UI yang sore itu berinisitaif bagi-bagi brownies dan minuman ke teman-teman Pusgiwa untuk berbuka puasa sebagai bentuk dakwah kultural kami. Namun, kami memang biasa membagikan ke siapa saja yang ada di Pusgiwa sebenarnya, puasa atau sedang tidak puasa, bahkan ke teman-teman non muslim. Alhamdulillah ceritanya kami bisa berbagi ke teman-teman KMB UI sore itu.

Malamnya, teman dari KMB UI bernama Shierlen Octavia yang membuat status seperti ini di akun Line pribadinya pukul 21.21 WIB.

Tadi sore sekitar jam 6 kurang di tengah-tengah latihan baca Dhammapada di Sekre KMBUI di Pusgiwa, ada saudara-saudara dari Salam tiba-tiba ngetok rungan, datang bawa brownies dan minuman ini nih.

Padahal kita semua yang ada di dalam gak ada yang berpuasa, tapi justru teman-teman yang berpuasa yang bagi-bagi makanan buat kita.

Kalo kayak gini kan adem ya, rukun dan menunjukkan kalo kita semua bisa kok saling toleransi, daripada berantem-beranteman di timeline…kayak anak kecil aja ah berantemin gituan…

Makasih banuak ya teman-teman Salam semoga ungkapan terima kasih ini sampai buat kalian, terutama malaikat-malaikat yang tadi datang dan anterin ini buat kita berempat! Selamat menunaikan ibadahnya ya teman-teman semua, semoga senantiasa dilancarkan sama yang di atas sampai akhir.

Pembaca yang budiman, di tengah suasana yang sedang seolah memanas di luar sana terkait isu kebhinekaan, intoleransi dan radikalisme, sontak suasana yang terjadi antara Salam UI dan KMB UI sore itu menjadi penyejuk tersendiri rasanya, bagi penulis khususnya. Ada pesan dan hikmah berharga, bahwa setidaknya ada dua UKM Keagamaan di UI yang telah mencoba belajar merawat kebhinekaan, menunjukkan kerukunan antar umat bergama, bukankah itu indah?

Terkadang kita merasa bahwa antar agama tidak sama sekali mampu berangkulan. Padahal, pada aspek muamalah, sosial sangat memungkinkan sekali terjadi. Dalam Islam sendiri, diajarkan agar kita bisa berlaku adil pada siapapun dan menjalin persaudaraan antar sesama manusia (ukhuwah insaniyah) dan persaudaraan sebagai sebuah bangsa (ukhuwah wathaniyah). Bukan hanya pada momen kemarin sore itu, saat pristiwa memilukan di Tanjung Balai tahun 2016 lalu, Salam UI dan KMB UI telah mampu menunjukkan persadauraan dan persatuan dengan menyatakan sikap bersama. Salam UI dan KMB UI menyatakan bahwa bahwa Islam maupun Buddha merupakan agama yang mengajarkan perdamaian dan persatuan, serta tidak membenarkan segala macam bentuk kekerasan. (Selengkapnya mengenai penyataan sikap ini dapat diakses di http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/08/01/ob8ath408-sikap-mahasiswa-islam-dan-buddha-ui-terhadap-insiden-tanjung-balai).

Itulah sepenggal cerita Ramadan dari penulis yang ingin sekali diungkapkan dalam momentum Ramadan ini. Pesan untuk saudaraku dimanapun berada, tetaplah bijak, adil, tenang, dan bersikap dengan akhlak terbaik kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun di saat kondisi Indonesia sekarang ini yang seolah-olah ingin dibuat “geger”. Bagi saya itu terlalu lebay sebenarnya, tapi mari nikmati saja, semua kejadian atau takdir pasti terjadi atas kehendak Allah, dan kondisi apapun dari Allah tidak mungkin buruk bagi hamba-Nya. Bahwa memang Indonesia saat ini sedang mendapat ujian kondisi seperti ini, maka itulah memang kondisi terbaik yang seharusnya diterima oleh kita semua. Fokus pada mengambil hikmah di balik itu semua menjadi hal yang terpenting.

Khusus bagi teman-teman mahasiswa UI, percayalah, masih ada senyuman di Pusgiwa, masih ada seribu alasan bagi kita untuk tetap bersama-sama berangkulan, berkolaborasi untuk membangun UI dan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat kedepan.

Terima kasih ya Shierlen Octavia untuk tulisannya, salam persaudaraan untuk teman-teman KMB, saya sebagai Majelis Syuro Salam UI 20 mewakili teman-teman. Semoga ungkapan terima kasih dan salam ini juga sampai ya untuk kalian.

Selamat Ramadan semua dan semangat merawat kebhinekaan!

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *