“Puasa dan Kesehatanku”

Oleh: Salma Alsakina Q (Kepala Bidang Kesyiaran FSI FK UI)

Assalamu’alaykum sahabat muslim semuanya.

Bagaimana harimu? Tidak terasa ya sudah lebih dari 10 hari di Bulan Suci Ramadhan ini berlalu. Semoga semangat dan kualitas ibadahmu tetap maksimal yaa.

Selama 30 hari kita diharuskan untuk berpuasa di Bulan Ramadhan. Selama kurang lebih 14 jam, kita diharuskan untuk menahan lapar dan haus.  Tentunya, selain sudah diwajibkan oleh Allah SWT seperti tertulis dalam Surat Al Baqarah 183, juga ada hikmah lain di balik puasa itu sendiri, salah satunya dari segi kesehatan. Sebenarnya apakah manfaat dari puasa itu sendiri? Yuk kita ulas sama-sama.

Pertama, puasa dapat menyehatkan fungsi kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah kita. Berdasarkan penelitan, berpuasa di Bulan Ramadhan dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner, meningkatkan kadar HDL atau kadar kolesterol baik, serta menurunkan kadar LDL atau lemak jahat dalam tubuh kita. Puasa di Bulan Ramadhan juga dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini disebabkan karena dengan berpuasa, maka tubuh akan menjadi lebih terbiasa dengan modifikasi pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat, karena kita makan dengan cukup dan teratur, serta tidak merokok atau makan dan minum makanan yang tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika berpuasa sangat dianjurkan bagi kalangan yang menderita penyakit hipertensi sebagai salah satu pendekatan pengobatan hipertensi. Berpuasa juga dapat meningkatkan fungsi pompa jantung, pembuluh darah, serta kelancaran aliran darah dalam tubuh.

Kedua, berpuasa di Bulan Ramadhan juga dapat membantu menurunkan indeks masa tubuh dan juga berat badan, sehingga sangat dianjurkan bagi kalangan yang mengalami kegemukan dan juga untuk kalangan dengan berat badan normal untuk senantiasa mempertahankan berat badan idealnya. Selain menurunkan risiko penyakit jantung, berpuasa juga dapat menurunkan faktor risiko untuk terkena penyakit sindrom metabolik lainnya seperti hiperglikemia atau kadar gula darah yang sangat tinggi, dispilidemia atau gangguan kadar lemak dalam tubuh, obesitas atau kegemukan, serta diabetes melitus atau kencing manis.

Dengan berpuasa, tubuh akan beradaptasi dengan kondisi ‘kelaparan’ yang terjadi dalam waktu yang teratur. Pada kondisi normal, tubuh akan menggunakan energi yang berasal dari glukosa dalam otot dan hati. Sedangkan pada kondisi berpuasa, ketika cadangan glukosa tersebut sudah habis menjadi energi yang diperlukan dalam tubuh, maka tubuh kita akan menggunakan lemak sebagai sumber energi. Dengan penggunaan lemak sebagai sumber energi ini, maka dapat terjadi penurunan berat badan, peningkatan kualitas protein otot, serta penurunan kolesterol dalam tubuh. Selain itu, dengan terpakainya lemak sebagai sumber energi, racun yang tersimpan dalam lemak tubuh juga ikut terpakai ssehingga berpuasa juga dapat memiliki fungsi detoksifikasi tubuh.

Ketiga, berpuasa juga memiliki banyak manfaat bagi pengaturan hormonal tubuh. Menurut suatu penelitian, berpuasa di Bulan Ramadhan dapat meningkatkan daya konsentrasi. Hal ini disebabkan karena adanya jadwal tidur kita yang lebih singkat sehingga sekresi melatonin yang merupakan hormon pengatur rasa mengantuk dan rasa terjaga akan berubah. Selain itu, berpuasa juga dapat mengatur sekresi dari hormon kortisol, adrenalin dan juga masih banyak hormon lainnya.

Keempat, berpuasa juga dapat meningkatkan sensitivitas dari insulin dan menurunkan resistensi insulin. Insulin ini merupakan hormon yang berperan penting dalam pengaturan kadar gula darah dalam tubuh. Efek ini diduga disebabkan karena adanya penurunan berat badan selama kita berpuasa. Oleh karena itu, beberapa hasil penelitian juga menyetujui bahwa berpuasa dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mengobati pasien penderita diabetes melitus atau kencing manis.

Kelima, berpuasa juga merupakan antiinflamasi yang sangat baik karena memiliki efek supresi teehadap inflamasi atau radang dalam tubuh. Hal ini menyebabkan puasa dapat  menjadi salah satu pendekatan pengobatan dan juga menurunkan risiko dari penyakit inflamatori, seperti atherogenesis (penyumbatan pembuluh darah oleh lemak), berbagai stress oksidatif, penyakit jantung, serta penyakit sindroma metabolik lainnya seperti obesitas.

Keenam, dengan berpuasa, kita juga diharuskan untuk menahan diri dari hawa nafsu seperti menahan amarah kita. Hal ini tentunya berpengaruh baik kepada kondisi psikis atau kejiwaan kita dan kita dapat terhindar dari berbagai macam penyakit hati.

Ketujuh, bagi kalangan perokok, Bulan Ramadhan mungkin menjadi salah satu waktu yang paling menyehatkan bagi mereka. Mengapa? Karena saat berpuasa, perokok pun tidak diperbolehkan untuk merokok sehingga akan mengurangi penumpukan racun dari rokok dalam tubuh.

Singkatnya, berpuasa memiki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh dan mempengaruhi berbagai fungsi fisiologis tubuh. Hal ini dapat terjadi dengan syarat, kita tetap memenuhi kebutuhan harian asupan gizi tubuh kita dan juga melakukan aktivitas fisik yang teratur. Berpuasa dengan disertai pola makan dan asupan makan yang baik dan seimbang seperti menjaga asupan karbohidrat, vitamin, mineral, serta protein dan lemak yang cukup, menghindari makan yang berlebihan saat puasa, meminum air putih yang cukup untuk menjaga osmolaritas tubuh, serta tetap menjaga aktivitas fisik, inshaaAllah dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan menjaga tubuh kita terhindari dari berbagai penyakit.

Dokumen dapat diunduh di bawah ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *